ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

CCI Dorong Pengembangan Industri Tekstil Nasional

Selasa, 25 Mei 2021 | 23:51 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Aktivitas produksi di industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Aktivitas produksi di industri tekstil dan produk tekstil (TPT). (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Cotton Council International (CCI), sebagai organisasi nirlaba yang mempromosikan serat kapas Amerika Serikat (AS) dengan merek dagang Cotton USA, berkomitmen untuk memberikan solusi dan layanan bagi para pelaku industri garmen global lewat lima program pengembangan bisnis.

"Sebagai bentuk dukungan untuk para pelaku industri tekstil ini, industri kapas AS telah meluncurkan Cotton USA Solutions sebagai ide inovatif yang menawarkan nilai tambah tentang bagaimana para pelaku industri melakukan bisnis dan meningkatkan produktivitas," kata perwakilan CCI di Indonesia, Andy Do, di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Andy Do menjelaskan, pelaku industri garmen di Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Turki dapat mengikuti program ini dan saling berbagi pengalaman serta edukasi.

"Mill Exchange Program telah dilakukan di 7 negara, Vietnam, Thailand, Indonesia, India, Bangladesh, Pakistan, dan Turki dengan 50-100 peserta di setiap negaranya," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Adapun riset yang dilaksanakan oleh Yehia Elmogahzy dan David Sasso untuk Cotton Council International memberikan gambaran, perusahaan yang mengikuti Mill Exchange Program mengalami efisiensi sebesar 18,5% terkait biaya produksi dan pemrosesan serat kapas AS.

Menurut Andy Do, partisipan akan diundang untuk mengikuti ikut tur ke fasilitas pabrik yang telah memiliki kapasitas dalam melakukan produksi sehingga dapat memperlihatkan setiap proses mereka, dari gudang ke tempat pemintalan yang nantinya dapat diaplikasikan ke bisnis mereka di negaranya masing-masing.

"Mill Mastery Course adalah solusi dimana CCI bermitra dengan begitu banyak pabrik di seluruh dunia, CCI telah mengumpulkan pengetahuan-pengetahuan penting yang akan dibuat menjadi kursus, buku teks, atau keduanya untuk para pelaku industri," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon