ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Giant dan Centro Tutup, Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Diprediksi Anjlok 20%

Kamis, 27 Mei 2021 | 14:55 WIB
H
FB
Penulis: Herman | Editor: FMB
Konsumen memanfaatkan harga diskon saat belanja dengan program  Harga Teman di Giant Taman Yasmin, Bogor, Kamis (31/10/2019). Giant ikut meramaikan akhir tahun dengan berkolaborasi bersama berbagai Supplier untuk menyiapkan “Pesta Diskon” dimana berbagai produk dengan merek-merek terkenal yang menjadi pilihan masyarakat dijual dengan harga yang terjangkau.
Konsumen memanfaatkan harga diskon saat belanja dengan program Harga Teman di Giant Taman Yasmin, Bogor, Kamis (31/10/2019). Giant ikut meramaikan akhir tahun dengan berkolaborasi bersama berbagai Supplier untuk menyiapkan “Pesta Diskon” dimana berbagai produk dengan merek-merek terkenal yang menjadi pilihan masyarakat dijual dengan harga yang terjangkau. (BeritaSatu Photo/hero)

Jakarta, Beritasatu.com – Pandemi Covid-19 memberi dampak besar pada bisnis ritel. Lima gerai Giant milik PT Hero Supermarket Tbk (Hero Group) akan diubah menjadi IKEA. Sedangkan Gerai Giant lainnya akan ditutup pada akhir Juli 2021. Keputusan ini diambil Hero Group karena perusahaan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Sebelumnya, PT Tozy Sentosa yang mengelola Centro Department Store juga dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sehingga harus menutup gerai-gerainya.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengungkapkan, bakal tutupnya gerai Giant dan juga Centro akan memberi dampak besar pada kunjungan pusat perbelanjaan yang saat ini juga masih naik-turun.

"Kalau sebelum pandemi tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan itu rata-rata 80%-90%, karena banyak gerai yang tutup atau pun tidak memperpanjang sewanya, kunjungan ke pusat perbelanjaan kami prediksi akan berkurang 10% sampai 20%," kata Alphonsus saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (27/5/20201).

ADVERTISEMENT

Alphonsus mengungkapkan, saat ini tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan memang sudah mulai membaik. Bahkan beberapa kali sempat mencapai batas maksimal kunjungan yaitu 50%.

"Tapi meskipun tingkat kunjungannya membaik, beberapa toko di luar makanan dan minuman masih kurang bagus. Ini terutama karena masalah daya beli masyarakat yang belum pulih," kata Alphonsus.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon