ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Butuh Kreativitas untuk Bangun Wawasan Kebangsaan Generasi Muda

Kamis, 17 Juni 2021 | 13:51 WIB
RS
B
Penulis: Rully Satriadi | Editor: B1
RES Fobia
RES Fobia (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, terutama anak-anak harus menjadi muara dari perhatian dan pemikiran strategis semua komponen bangsa. Namun, hal tersebut harus dilakukan dengan pendekatan kreatif dan persuasif. Sebab, generasi muda memiliki pola pikir dan cara pandang yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Hal itu dikatakan Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, RES Fobia kepada Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Dikatakan, pola pendekatan kreatif dan persuasif ini harus menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa, baik itu TNI-Polri, pemerintah, lembaga negara, lembaga pendidikan, partai politik, tokoh agama, maupun organisasi masyarakat. Karena itu, ia mengapresiasi langkah Korem 073/Makutarama, Salatiga yang mengadakan kegiatan komunikasi sosial dengan melibatkan generasi muda pada Rabu (16/6/2021).

Menurut RES Fobia, kegiatan semacam ini harus dilakukan terus menerus sehingga pemahaman tentang wawasan kebangsaan, bela negara, dan ketahanan nasional mendarah daging di dalam jiwa generasi muda.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Komandan Korem 073/Makutarama, Kol Arm Putranto Gatot Sri Handoyo, dalam sambutannya menyebutkan, acara komunikasi sosial ini merupakan bagian dari peran TNI dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat.

Lebih lanjut RES Fobia menjelaskan, hubungan antara wawasan kebangsaan, bela negara, dan ketahanan nasional ini bersifat fundamental, strategis, dan konstruktif. Maksudnya, ketiganya merupakan konsep sekaligus dasar dalam rangka keberadaan yang strategis, kokoh, dan dinamis dari bangunan kualitatif Indonesia.

"Fakta geografis bahwa Indonesia merupakan negara besar ditambah adanya bonus demografi, masih harus senantiasa disikapi dengan komitmen serius kita semua untuk merawat hal tersebut dalam bingkai persatuan dan kesatuan Indonesia," tandasnya.

Alumnus Fakultas Hukum UNS dan Graduate School of Policy Studies Kwansei Gakuin University, Jepang ini menegaskan, wawasan kebangsaan mempersyaratkan adanya pandangan positif atas keindonesiaan kita yang beragam. Karena itu membutuhkan kebersamaan dan kesatuan.

"Persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia sangatlah bersifat urgen. Hal ini juga menjadi tanda hidup bersyukur atas anugerah Tuhan kepada kita untuk mengembangkan kehidupan bersama. Jadi, harus ada kerja bertanggung jawab yang berkeadilan dan membawa kebaikan bersama," tegasnya.

Sedangkan, terkait bela negara, Mitra Kerja Indeks Demokrasi Indonesia tersebut menandaskan, bela negara lahir dari kesadaran atas pergumulan hidup bersama, sekaligus sikap responsif atas kebanggaan eksistensial Indonesia sebagai bangsa besar, berwibawa, dan terhormat. Karena itu, keindonesiaan kita harus terus diperjuangkan untuk semakin menampakkan kehidupan yang juga bermartabat.

Dikatakan, bela negara diperlukan demi stabilitas nasional, terutama adanya keterpaduan, kebersatuan dan kegerakan bersama yang dinamis dalam menghadapi berbagai masalah bangsa.

Sementara  terkait ketahanan nasional, pengamat kebijakan publik tersebut mengatakan, ketahanan nasional merefleksikan mental, jiwa, dan kehidupan yang tangguh, teruji, dan kontributif dalam bentuk kemampuan untuk merajut saling pengertian, kasih kemanusiaan, dan kerja sama pada keberadaan lokal, kehidupan nasional, dan ekspresi internasionalitas Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan kehidupan ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Karena itu, dalam rangka membangun kesadaran atas ketahanan nasional maka penyegaran dan penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara tentu saja sangat memerlukan peran serta dan tanggung jawab nyata dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk sanggup mengartikulasi realitas multikulturalitas Indonesia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon