Penjualan Properti Terus Menanjak, Kinerja LPKR Diprediksi Tumbuh
Selasa, 22 Juni 2021 | 11:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diperkirakan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada tahun 2021 dengan perkiraan total pendapatan Rp 13,88 triliun dan laba bersih Rp 1,01 triliun.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa mengatakan bahwa raihan top line atau pendapatan Lippo Karawaci memenuhi ekspektasi pasar dengan dukungan peningkatan penjualan dan penyewaan properti. "Melonjaknya laba operasional 72,7% YoY (year on year/yoy) menjadi Rp 509 miliar pada kuartal pertama tahun 2021 melampaui ekspektasi kami," paparnya dalam riset dikutip Selasa (22/6/2021).
Pada kuartal I 2021, perusahaan real estate terdepan berdasarkan total aset dan pendapatan tersebut berhasil membukukan pendapatan Rp 3,41 triliun, naik 9,89% YoY dibandingkan kuartal I 2020 senilai Rp 3,10 triliun. Hal ini didukung oleh serah terima unit apartemen Embarcadero Bintaro, Orange County Cikarang, Hillcrest dan Fairview Towers Lippo Village.
Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) juga tumbuh 31% menjadi Rp 924 miliar dibandingkan Rp 704 miliar pada kuartal I-2020. Lalu laba bersih pun meningkat menjadi Rp 256 miliar.
Sementara itu, prapenjualan (marketing sales) Lippo Karawaci mencapai Rp 1,31 triliun pada kuartal I 2021 atau tumbuh 85,8% YoY. Menurut Yasmin, marketing sales LPKR akan kembali menanjak dengan dorongan tiga faktor utama, yakni peluncuran fase dua Cendana Parc dan tambahan klaster residensial di Lippo Village, klaster di Waterfront Estates Lippo Cikarang, serta unit siap pakai dari proyek-proyek apartemen yang sedang berjalan.
Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan buy terhadap saham LPKR dengan target Rp 250, yang menghitung valuasi price to earning ratio (PER) 12,9 kali dan price to book value (PBV) 0,6 kali.
Sebelumnya, berdasarkan konsensus analis di Bloomberg, LPKR akan membukukan pendapatan Rp 15,02 triliun, naik dari realisasi tahun 2020 sebesar Rp 11,96 triliun. Kenaikan pendapatan turut mendorong EBITDA Lippo Karawaci menjadi Rp 3,23 triliun dan laba bersih menjadi positif Rp 865,93 miliar.
Perbaikan kinerja Lippo Karawaci juga diprediksi oleh PT CLSA Sekuritas Indonesia. Dalam publikasi risetnya, analis CLSA Jonathan Mardjuki dan Wirandi Ng menyampaikan bahwa pendapatan perseroan pada tahun 2021 diprediksi mencapai Rp 13,11 triliun. EBITDA operasional juga diprediksi meningkat menjadi Rp 2,91 triliun.
Sementara itu, dalam publikasi hasil riset Mandiri Sekuritas, tim analis menyebutkan bahwa proyeksi laba bersih Lippo Karawaci pada tahun 2021 akan mencapai Rp 913 miliar. Adapun secara valuasi, PER LPKR sebesar 15,8 kali dan PBV 0,5 kali.
CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, pada tahun ini, bisnis properti perseroan terus menunjukkan perbaikan, terutama dalam hal pra penjualan. Di mana, pra penjualan pada kuartal I merepresentasikan 37% dari target pra penjualan 2021 yang sebesar Rp 3,5 triliun.
Atas hasil tersebut, manajemen Lippo Karawaci meyakini tahun ini menjadi tahun yang baik untuk sektor properti. Meski masih di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19, emiten properti tersebut yakin bahwa fundamental permintaan masyarakat yang ingin membeli rumah perdana sangat baik. "Di tahun 2021 ini kami pun memproyeksikan pertumbuhan kami 30% dibandingkan tahun 2020," sebutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




