Gandeng Bareksa dan Syailendra, OVO Luncurkan Reksa Dana Syariah
Jumat, 2 Juli 2021 | 15:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - OVO bersama Bareksa dan Syailendra Capital meluncurkan produk investasi terbaru, Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid (Reksa Dana Syariah Sobat Likuid) di aplikasi OVO. Kehadiran produk ini diharapkan bisa mendukung pengembangan pasar syariah Indonesia yang terus berkembang.
Head of OVO Invest, Hadibrata Mantik menjelaskan, perkembangan gaya hidup syariah di Indonesia semakin besar dari tahun ke tahun. Potensi Indonesia yang besar dalam ekonomi syariah juga sudah mulai terlihat progresif.
"OVO terus berkomitmen untuk membantu pemerintah mempercepat literasi dan penetrasi keuangan di Indonesia, tidak hanya keuangan konvensional tetapi juga keuangan syariah. Dengan hadirnya Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid di aplikasi OVO, kami ingin memberikan pilihan yang lebih beragam bagi pengguna OVO dalam berinvestasi," jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (2/7/2021).
Mantik menjelaskan, seperti reksa dana pasar uang yang sebelumnya sudah diluncurkan di layanan OVO Invest, Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid juga memiliki beberapa keuntungan dan kemudahan.
Pengguna OVO bisa mulai berinvestasi hanya dengan Rp 10.000, lalu ada juga fitur pencairan secara cepat, yaitu fitur unik yang memungkinkan investor untuk mencairkan investasi mereka ke saldo OVO Cash dengan sangat cepat.
"Fitur ini menjadi yang pertama hadir di Indonesia dalam hal produk reksa dana pasar uang syariah dengan pencairan instan ke uang elektronik," terang dia.
Sesuai namanya, produk Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid akan berfokus pada pengelolaan aset-aset syariah yang sesuai dengan tata kelola produk investasi syariah.
Meskipun dapat dimiliki dengan biaya yang minim, produk ini menawarkan bagi hasil investasi yang lebih tinggi dari produk deposito dengan target bagi hasil mulai dari 3% hingga 6%.
Sementara, Direktur Syailendra Capital, Harnugama melihat antusiasme investor ritel akan produk ini. Dia menawarkan produk reksa dana pasar uang syariah ini karena risikonya kecil dan cocok untuk nasabah yang bertransaksi secara online.
"Dengan nilai beli minimum, harapannya produk ini dapat menjadi jawaban bagi kebutuhan investasi masyarakat, sehingga mereka semakin dekat dengan goals atau tujuan keuangan yang ingin dicapai," papar Harnugama.
Chief Research and Business Development Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari menjelaskan, perkembangan industri reksadana syariah sepanjang dua tahun terakhir cukup pesat, yang tercermin dari data dana kelolaan dan pangsa pasar industri.
"Minat masyarakat terhadap reksadana berbasis syariah cukup besar dan semakin berkembang. Ke depan, potensinya
lebih besar lagi mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar," ujar Putu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




