CEO Samator Dinilai Sosok Pahlawan di Balik Ketersediaan Oksigen
Sabtu, 3 Juli 2021 | 14:16 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - CEO sekaligus pendiri Grup Samator, produsen gas terbesar di Indonesia, Arief Harsono menghembuskan nafas terakhir akibat Covid-19 tepat pukul 21.30 WIB di Rumah Sakit Adi Husada, Surabaya, Jumat (2/7/2021) malam. Kepergian Arif di tengah banyaknya rumah sakit (RS) membutuhkan pasokan gas oksigen untuk memenuihi kebutuhan pasien Covid-19.
"Indonesia telah kehilangan salah satu tokoh pengusaha gas terbesar di Indonesia," ujar CEO Tanrise Group, Hermanto Tanoko, Sabtu (3/7/2021).
Hermanto mengatakan, Arief adalah sosok pahlawan yang telah berjibaku memenuhi keperluan oksigen medis di Indonesia. Bahkan sebulan lalu ia bersama beberapa pengusaha menaruh perhatian pandemi Covid-19 di India dengan menyumbang 5 kontainer tabung gas oksigen ke negara tersebut. "Berkat kegigihannya, Indonesia sudah mandiri di bidang oksigen," imbuhnya.
Sepekan lalu tepatnya pada Jumat (25/6/2021), Hermanto bersama Arief masih berdiskusi soal meningkatnya kasus Covid-19 sehingga membutuhkan kecukupan oksigen di beberapa rumah sakit. "Kelihatan akan naik terus sampai pertengahan Juli dan memang seluruh produsen oksigen kewalahan karena terbentur akan tabung gas dan transportasi. Jadi beberapa minggu ini saya banyak sibuk koordinasi kekurangan oksigen di RS Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga agak kelupaan waktu istirahat," tutur Hermanto menirukan ucapan Arief.
Arief mendirikan Grup Samator pada tahun 1975. Dilengkapi fasilitas 50 pabrik oksigen dan 100 pos pengisian,
Grup Samator kini mampu menyediakan produk dan jasa gas dalam memenuhi permintaan pasar dengan jaringan distribusi terbesar di Indonesia, termasuk di daerah yang secara komersial tidak menguntungkan.
Grup Samator yang memiliki 3.000 karyawan, pada mengakuisisi PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dan resmi mencatatkan sahamnya dalam perdagangan Bursa Efek Indonesia pada September 2016. AGII telah tumbuh lebih dari enam kali dalam 1 dekade terakhir ini dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) yang impresif sebesar 20%.
Putra Toli-Toli, Sulteng ini juga aktif di beberapa organisasi, di antaranya Ketua Umum (Ketum) Persatuan Umat Buddha Indonesia, Ketum Asosiasi Gas Industri Indonesia, Ketua Apindo DPP Jatim, Ketum DPP Walubi, Ketua STAB Maitreyawira, Ketua DPP Majelis PBMI, Ketum Pengurus Pusat LPTGN dan Wakil Ketum IV PBVSI.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




