ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Luhut Minta Oksigen Industri Dikonversi untuk Medis

Senin, 5 Juli 2021 | 06:24 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Tabung oksigen.
Tabung oksigen. (Antara/Syifa Yulinnas)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta pasokan oksigen seluruhnya dikonversi untuk memenuhi kebutuhan medis.

Pasalnya, ketersediaan oksigen menjadi masalah yang harus langsung segera ditangani di tengah melonjaknya kenaikan kasus Covid-19. Data Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Kementerian Perindustrian (Kemperin) menunjukkan terjadi kenaikan permintaan oksigen menjadi lima kali lipat.

"Sekarang kita butuh data yang detail. Kita bikin konversi oksigen industri semua full ke oksigen farmasi. Kekurangan kita ini bisa nanti terpenuhi, jika oksigen industri itu semua kita fokus ke oksigen farmasi," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/7/2021).

Dalam rapat di Jakarta, Minggu, Luhut pun langsung berkoordinasi dengan Kemperin agar pencatatan kebutuhan oksigen di setiap kota bisa dirapikan.

ADVERTISEMENT

Kemperin menyatakan para produsen gas oksigen sudah 100% diwajibkan untuk menggeser produksi oksigennya ke oksigen medis. Melalui kewajiban tersebut, bisa didapat 1.700 ton oksigen per hari nasional, di mana 1.400 ton di antaranya digunakan untuk Pulau Jawa.

Industri oksigen kecil juga sudah mulai dikerahkan juga untuk mengonversi produksi gas oksigennya ke oksigen farmasi.

Selain itu, beberapa perusahaan juga ikut mengirimkan iso tank untuk penanganan pasokan oksigen. Tercatat ada 21 unit kapasitas 20 ton iso tank dari IMIP Morowali akan tiba di Tanjung Priok pada Selasa (6/7). Disusul kemudian 5 unit iso tank dari Balikpapan (merupakan iso tank baru) yang akan tiba pada Jumat (9/7) di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebanyak 4 unit 20 feet dari Pertamina (ex LNG perlu dibersihkan) sedang dalam perjalanan dari Belawan kira-kira empat hingga lima hari perjalanan laut. Terakhir, akan ada tambahan 3 ton oksigen cair per hari dari Krakatau Steel, Cilegon. Demikian pula pasokan dari PT Matesu Abadi dari Qingdao juga direncanakan tiba di Surabaya pada Sabtu (10/7) dengan 2.300 tabung kecil berkapasitas 1 meter kubik.

Beberapa industri oksigen seperti Samator Group, LINDE Indonesia, Petrokimia Gresik, Air Products Indonesia, Air Liquide Indonesia, dan Iwatani Industrial Gas Indonesia juga berkomitmen untuk memasok oksigen medis di Pulau Jawa yang jika ditotal mampu mencapai 1.315 ton per hari.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Luhut Lapor ke Prabowo: Ekonomi RI Stabil 3 Bulan ke Depan

Luhut Lapor ke Prabowo: Ekonomi RI Stabil 3 Bulan ke Depan

EKONOMI
Dewan Ekonomi Nasional: Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Daya Saing

Dewan Ekonomi Nasional: Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Daya Saing

EKONOMI
Prabowo Dekat dengan Trump, Luhut Yakin Negosiasi Tarif RI-AS Aman

Prabowo Dekat dengan Trump, Luhut Yakin Negosiasi Tarif RI-AS Aman

EKONOMI
Begini Kriteria Ketua OJK dan BEI yang Ideal Menurut Luhut

Begini Kriteria Ketua OJK dan BEI yang Ideal Menurut Luhut

EKONOMI
Yenny Wahid Minta PBNU Kembalikan Izin Kelola Tambang ke Pemerintah

Yenny Wahid Minta PBNU Kembalikan Izin Kelola Tambang ke Pemerintah

NASIONAL
Luhut Bantah Dirinya Pemilik Toba Pulp Lestari Pemicu Banjir Sumatera

Luhut Bantah Dirinya Pemilik Toba Pulp Lestari Pemicu Banjir Sumatera

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon