LPEI Genjot Pengembangan Desa Devisa Dorong Komoditas Unggulan
Sabtu, 10 Juli 2021 | 10:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Kegiatan ekspor sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam mendatangkan devisa perlu dikembangkan secara terintegrasi mulai sektor hulu hingga hilir. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank yang merupakan special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan melaksanakan mandat mendorong pertumbuhan ekspor melalui pembiayaan ekspor nasional dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi.
Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto mengungkapkan LPEI akan terus menjalankan program desa devisa di seluruh Indonesia. "Keberhasilan penerapan desa devisa di dua wilayah yakni Bali dan Yogyakarta diharapkan dapat diduplikasi ke sejumlah daerah di Indonesia. Saat ini LPEI sedang berproses untuk pengembangan desa devisa di beberapa wilayah yang memiliki potensi komoditas unggulan antara lain beras dan kopi. Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan peluncuran desa devisa di Jawa Barat," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (10/7/2021).
Menurut Agus, pendampingan dan pengembangan masyarakat dalam program desa devisa akan membawa produk lokal Indonesia mendunia serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat setempat.
Desa devisa merupakan program pendampingan yang digagas LPEI berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas. Program desa devisa memberi kesempatan bagi wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor untuk mengembangkan potensinya. "Pendampingan LPEI bersama beberapa lembaga yang berhubungan dengan perdagangan, ekspor, budidaya pertanian, serta akses pembiayaan membuka peluang," kata dia.
Wilayah yang berpotensi untuk diberikan pendampingan dalam kegiatan community development akan dianalisis menggunakan key indicators dalam rangka klasifikasi kriteria dan parameter untuk mengukur kebutuhan dalam pengembangan menjadi desa devisa.
Bersama Institut Pertanian Bogor yang merupakan salah satu anggota dari University Network for Indonesia Export Development (UNIED), LPEI mengkaji indikator untuk mengembangkan sebuah desa menjadi desa devisa, dengan mempertimbangkan sejumlah aspek yaitu produk, konsistensi dan keberlanjutan produksi, pemberdayaan masyarakat dan koordinasi antar pemangku kepentingan, produsen dan manajerial, infrastruktur dan sarana penunjang lain.
Hingga saat ini LPEI telah berhasil membentuk dua desa devisa yaitu Desa Devisa Kakao di Jembrana, Bali dengan komoditas unggulan biji kakao dan Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta dengan produk kerajinan ramah lingkungan. Kedua Desa Devisa ini telah mendapatkan beragam pelatihan dan pendampingan berkesinambungan untuk peningkatan kualitas, kapasitas, SDM dan mendapatkan sertifikasi guna meningkatkan harga jual.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




