Tambang Emas Martabe Beroperasi Kembali
Selasa, 30 Oktober 2012 | 17:34 WIB
Pada awal dan akhir September 2012 pemasangan pipa air ini terpaksa ditunda karena perusahaan masih membutuhkan waktu untuk melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat
Pengelola pertambangan Martabe G-Resources mengoperasikan kembali pabrik pengolahan bijih emasnya bersamaan dengan pemasangan pipa air ke Sungai Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Pada awal dan akhir September 2012 pemasangan pipa air ini terpaksa ditunda karena perusahaan masih membutuhkan waktu untuk melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat, kata Presiden Direktur G-Resources Peter Albert dalam siaran persnya, hari ini.
Pemasangan pipa sepanjang 2,7 kilometer mengalirkan air sisa proses yang sudah dibersihkan di Instalasi Pengolahan Air dan diharapkan akan berlangsung selama tiga minggu terhitung sejak Senin (29/10).
Aparat keamanan akan turut membantu mengawasi jalannya pemasangan pipa. Kontraktor G-Resources yang melaksanakan pekerjaan ini adalah PT Duta Graha Indah dan PT Tapanuli Selatan Membangun (TSM). Jenis pipa yang digunakan adalah HDPE dengan diameter 60 sentimeter, tebal tiga sentimeter dan panjang 11 meter. Pipa akan ditanam dengan kedalaman satu meter.
"Pekerjaan ini dapat dilakukan kembali berkat bantuan, dukungan dan koordinasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan di Tapanuli Selatan dan Sumatera Utara," katanya.
Peter Albert mengharapkan pekerjaan pemasangan pipa tidak menghadapi kendala. Setelah pekerjaan ini diselesaikan, perusahaan akan memanggil kembali 1.200 karyawan yang telah dirumahkan sejak awal Oktober 2012.
Pabrik pengolahan bijih emas mulai dioperasikan di waktu yang hampir bersamaan pada 29 Oktober, setelah penghentian sementara dimana perusahaan kemudian melakukan berbagai modifikasi dan pekerjaan mekanikal untuk sesegera mungkin mengembalikan produksi ke tingkat sebelumnya.
Perusahaan menargetkan awal 2013 kegiatan produksi Tambang Emas Martabe sudah dapat berjalan dengan normal. Target produksi Tambang Emas Martabe tahun depan untuk emas 250.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak.
Dengan dimulainya kegiatan produksi, masyarakat dan pemerintah daerah akan mendapatkan manfaat yang signifikan dari keberadaan tambang tersebut, kata Peter Albert.
"Kami sangat senang melihat konstruksi instalasi pipa dimulai lagi setelah diskusi intensif dan menyeluruh dengan stakeholder lokal dilaksanakan. Sekarang proses produksi kembali dimulai, kita bisa terus menunjukkan keunggulan proyek pertambangan kelas dunia ini," katanya Tambang emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam ("CoW") yang ditandatangani April 1997.
Tambang ini memiliki sumberdaya 8,05 juta ounce (oz) emas dan 77 juta oz perak dan ditargetkan mulai berproduksi di bulan Juli 2012, dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak berbiaya rendah.
Pemegang saham Tambang Emas Martabe adalah G-Resources Group Ltd sebesar 95 persen, dan pemegang 5 persen saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung, yang 70 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan 30 persen dimiliki oleh Pemerintah Propinsi Sumatra Utara.
Pengelola pertambangan Martabe G-Resources mengoperasikan kembali pabrik pengolahan bijih emasnya bersamaan dengan pemasangan pipa air ke Sungai Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Pada awal dan akhir September 2012 pemasangan pipa air ini terpaksa ditunda karena perusahaan masih membutuhkan waktu untuk melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat, kata Presiden Direktur G-Resources Peter Albert dalam siaran persnya, hari ini.
Pemasangan pipa sepanjang 2,7 kilometer mengalirkan air sisa proses yang sudah dibersihkan di Instalasi Pengolahan Air dan diharapkan akan berlangsung selama tiga minggu terhitung sejak Senin (29/10).
Aparat keamanan akan turut membantu mengawasi jalannya pemasangan pipa. Kontraktor G-Resources yang melaksanakan pekerjaan ini adalah PT Duta Graha Indah dan PT Tapanuli Selatan Membangun (TSM). Jenis pipa yang digunakan adalah HDPE dengan diameter 60 sentimeter, tebal tiga sentimeter dan panjang 11 meter. Pipa akan ditanam dengan kedalaman satu meter.
"Pekerjaan ini dapat dilakukan kembali berkat bantuan, dukungan dan koordinasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan di Tapanuli Selatan dan Sumatera Utara," katanya.
Peter Albert mengharapkan pekerjaan pemasangan pipa tidak menghadapi kendala. Setelah pekerjaan ini diselesaikan, perusahaan akan memanggil kembali 1.200 karyawan yang telah dirumahkan sejak awal Oktober 2012.
Pabrik pengolahan bijih emas mulai dioperasikan di waktu yang hampir bersamaan pada 29 Oktober, setelah penghentian sementara dimana perusahaan kemudian melakukan berbagai modifikasi dan pekerjaan mekanikal untuk sesegera mungkin mengembalikan produksi ke tingkat sebelumnya.
Perusahaan menargetkan awal 2013 kegiatan produksi Tambang Emas Martabe sudah dapat berjalan dengan normal. Target produksi Tambang Emas Martabe tahun depan untuk emas 250.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak.
Dengan dimulainya kegiatan produksi, masyarakat dan pemerintah daerah akan mendapatkan manfaat yang signifikan dari keberadaan tambang tersebut, kata Peter Albert.
"Kami sangat senang melihat konstruksi instalasi pipa dimulai lagi setelah diskusi intensif dan menyeluruh dengan stakeholder lokal dilaksanakan. Sekarang proses produksi kembali dimulai, kita bisa terus menunjukkan keunggulan proyek pertambangan kelas dunia ini," katanya Tambang emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam ("CoW") yang ditandatangani April 1997.
Tambang ini memiliki sumberdaya 8,05 juta ounce (oz) emas dan 77 juta oz perak dan ditargetkan mulai berproduksi di bulan Juli 2012, dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak berbiaya rendah.
Pemegang saham Tambang Emas Martabe adalah G-Resources Group Ltd sebesar 95 persen, dan pemegang 5 persen saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung, yang 70 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan 30 persen dimiliki oleh Pemerintah Propinsi Sumatra Utara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




