ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kadin: Peluang Masih Terbuka untuk Capai Target Realisasi Investasi Rp 900 Triliun

Rabu, 28 Juli 2021 | 07:49 WIB
TP
FB
Penulis: Triyan Pangastuti | Editor: FMB
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani. (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan peluang pemerintah untuk merealisasikan target investasi sepanjang tahun Rp 900 triliun masih terbuka lebar.

Target ini dapat dicapai, dengan syarat pengendalian Covid-19 hingga akhir tahun dan percepatan vaksinasi.

"Terkait target realisasi investasi, kami rasa terlalu dini untuk memperkirakan apakah bisa tercapai atau tidak karena tergantung perkembangan pandemi ke depannya. Sejauh ini, kami rasa peluang tercapainya target realisasi investasi masih tinggi," tuturnya kepada Investor Daily, Selasa (27/7).

Data Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi pada semester I-2021 sebesar Rp 442,8 triliun. Angka tersebut tumbuh 10% dibandingkan pencapaian sama tahun lalu sebesar Rp 402,6 triliun.

ADVERTISEMENT

Pencapaian tersebut setara dengan 49,2% dari target realisasi investasi di akhir 2021 sebesar Rp 900 triliun. Artinya di periode semester II-2021, pemerintah musti mendatangkan aliran modal sebesar Rp 457,2 triliun supaya bisa mencapai target.

Shinta optimistis kinerja investasi sepanjang tahun akan lebih baik, dengan asumsi jika lonjakan kasus positif Covid-19 terus dapat dikendalikan dengan tren menurun hingga akhir tahun, disertai dengan percepatan program vaksinas.

"Intinya, selama pandemi bisa dikendalikan dan dipertahankan tren penurunannya, kami sangat positif target penerimaan investasi bisa dikejar secara maksimal," tegasnya.

Selain pengendalian pandemi, Shinta menjelaskan bahwa untuk mencapai target investasi juga harus disertai dengan peningkatan fasilitasi investasi secara real time dan online.

"Khususnya sepanjang tahun ini karena kita tidak tahu kapan pandeminya selesai. Sistem OSS (online single submission) yang sudah dicanangkan dalam UU Ciptaker di seluruh Indonesia dapat membantu proses realisasi investasi dari dalam dan luar negeri," ungkapnya.

Tak hanya itu, vaksinasi, reformasi struktural dan reformasi birokrasi juga akan semakin meningkatkan daya saing iklim investasi di sektor-sektor dan di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga perlu terus melakukan upaya promosi investasi nasional di luar negeri.

"Dengan demikian, kita bisa memacu penerimaan investasi secara maksimal meskipun dengan constraints (pembatasan) yang ada sepanjang pandemi ini," tegasnya.

Kasus Positif Covid-19 Diharapkan Turun 
Pada kesempatan terpisah, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengakui tantangannya semakin besar untuk merealisasikan investasi di kuartal III. Pasalnya sejak awal Juli kasus Covid-19 meningkat dan pemerintah memberlakukan PPKM level 4 untuk mengendalikan pandemi.

"Harus diakui kuartal III pekerjaan ekstra ketat sebab terkena PPKM Mikro dari bulan Juli sampai awal Agustus kami doakan semoga pandemi Covid-19 dapat segera berakhir dan kita bisa beraktivitas seperti Mei hingga Juni," tegasnya.

Ia pun berharap kasus Covid-19 dapat turun di bawah 10.000 kasus positif per hari, sehingga investor dapat merealisasikan investasinya.

"Untuk hapus Covid sama sekali saya rasa sih enggak Tapi kasus diharapkan di kisaran 10.000 ke bawah biar agak lebih stabil agar teman-teman investor dapat akselerasi apa yang jadi tujuan mereka. Kasus 10.000 ke bawah lah mudah-mudahan agar lebih paten barang ini," tegasnya.

Meski kasus Covid-19 sudah melonjak mulai di bulan Juni, Bahlil masih belum akan melakukan evaluasi terhadap target investasi di sepanjang tahun. "Mungkin di kuartal IV, kalau sekarang belum evaluasi," tegasnya.

Kendati begitu, Bahlil masih enggan memproyeksi berapa penurunan realisasi investasi di kuartal III akibat pemberlakuan PPKM dan lonjakan kasus Covid-19. Oleh karena itu, Bahlil meminta seluruh pihak bahu membahu untuk mengendalikan pandemi Covid-19 dan membangkitan optimisme pemulihan ekonomi. Sebab lonjakan pandemi Covid-19 tidak hanya dialami di Indonesia, melainkan di berbagai belahan dunia.

"Kita harus bahu membahu bangkitkan optimisme menatap ekonomi ke arah yang lebih baik. Politik penting, perbedaan penting tapi saya pikir lihat timing mana yang kita lakukan sebab saat yang bersamaan pemerintah telah diberikan perintah oleh Presiden dengan konsep rem dan gas harus bisa berjalan dengan baik, satu sisi kita perhatikan bagaimana penyelesaian Covid-19, di sisi lain ekonomi harus jalan. Ini bukan pekerjaan mudah," tegasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

EKONOMI
Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Tunjukkan Hasil Tahun Ini

Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Tunjukkan Hasil Tahun Ini

EKONOMI
Kadin Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Dorong Ekonomi

Kadin Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Dorong Ekonomi

EKONOMI
Sektor Usaha Ini Tahan Banting di Tengah Tekanan Global Awal 2026

Sektor Usaha Ini Tahan Banting di Tengah Tekanan Global Awal 2026

EKONOMI
Kadin Dorong Kerja Sama Agrikultur dengan Cile

Kadin Dorong Kerja Sama Agrikultur dengan Cile

EKONOMI
BGN Ungkap Alasan TNI-Polri Terlibat MBG hingga Punya 1.000 SPPG

BGN Ungkap Alasan TNI-Polri Terlibat MBG hingga Punya 1.000 SPPG

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon