Kadin: PMA Naik, Tanda Kepercayaan Investor akan Pemulihan Ekonomi
Rabu, 28 Juli 2021 | 10:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai peningkatan investasi di kuartal II dan sepanjang semester I disebabkan oleh berbagai indikator pemulihan yang semakin terakselerasi di kuartal II.
Wakil Kadin Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan faktor pertama yakni terkait stabilitas ekonomi nasional masih bagus diiringi dengan fundamental kebijakan yang mendukung masuknya investasi.
"Sepanjang kuartal II trajectory pertumbuhan konsumsi masyarakat sangat positif sehingga secara keseluruhan meningkatkan confidence investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi," ungkapnya kepada Investor Daily, Selasa (27/7).
Faktor kedua, yakni pertumbuhan investasi di kuartal II yang mencapai mencapai Rp 223 triliun atau meningkat 16,2% yoy, juga didistribusikan oleh benchmark (basis) realisasi investasi yang rendah di kuartal II tahun lalu.
Hal ini karena, terdisrupsi penutupan pembatasan (mobilitas) di banyak negara dan kebijakan pandemi lain yang sifatnya sangat shocking bagi investor.
"Sehingga ini menyebabkan penerimaan PMA (kuartal II tahun lalu) sangat terdisrupsi," tuturnya.
Akan tetapi di kuartal II tahun ini, capaian penanaman modal asing justru lebih tinggi mencapai Rp 116,8 triliun atau naik 19,6% (yoy). Sehingga menunjukkan bahwa kepercayaan investor yang tinggi terhadap stabilitas pemulihan ekonomi nasional.
Selain itu peningkatan investasi PMA ke dalam negeri juga didorong oleh promosi implementasi omnibus law.
Ketiga, Shinta menilai pasca dilakukan relaksasi pengetatan pandemi di berbagai negara, pada umumnya memang terjadi lonjakan investasi namun dalam skala kecil.
"Akan terjadi lonjakan investasi skala kecil dalam jumlah banyak karena banyak pelaku usaha yang berupaya untuk me-reset usahanya agar lebih bersaing dan lebih sesuai dengan animo pasar yang masih ada," tuturnya.
Tetapi untuk pelaku usaha yang bergerak di sektor yang masih terhimpit pandemi sehingga mau tidak mau pelaku usaha tersebut harus melakukan diversifikasi atau inovasi usaha agar usahanya secara keseluruhan bisa terus stay afloat atau bertahan.
"Ketiga faktor ini yang kami pikir paling berkontribusi terhadap capaian yang ada saat ini," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




