Perusahaan dan Merek Bisa Bertahan Hingga 100 Tahun, Ini Penyebabnya
Jumat, 30 Juli 2021 | 17:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan atau merek (brand) yang bisa bertahan hingga 50 tahun (setengah abad) dan 100 tahun (centinneal) memiliki kultur atau core value yang kuat. Bentuk kultur ini bermacam-macam mulai inovatif, adaptif, punya operational excellence, dan kolaboratif.
"Jika perusahaan sudah berusia lebih dari 50 tahun, fondasi yang paling mendasar adalah kultur," kata pengamat bisnis dari Inventure, Yuswohady dalam webinar "Indonesia Living Legend Companies & Brands 2021: Rahasia Perusahaan Tetap Bertahan di Usia 50+" seperti dikutip dalam keterangannya Jumat (30/7/2021).
Yuswohady mengatakan perusahaan lebih 50 tahun telah membentuk kultur yang menjadi landasan untuk melanjutkan transformasi. "Masalah strategi, digitalisasi, dan operasional memang penting, tetapi yang paling mendasar adalah kultur yang sudah terbentuk," kata dia.
Meski begitu, lanjut Yuswohady, bukan berarti kultur adalah sesuatu yang sengaja dibentuk. Menurutnya, perusahaan yang disebut living legend ini membentuk kultur dengan evolving. Artinya, kultur ini dibentuk oleh karakter pendiri (founder) atau leader yang kuat, sehingga bisa mewarnai nilai-nilai di dalam organisasi.
Hingga kini tidak banyak perusahaan atau merek yang bisa disebut legendaris. Di Indonesia, belum ada gambaran berapa rata-rata umur perusahaan. Namun secara global, hasil riset Arie de Geus, penulis buku The Living Company (1997) menemukan fakta bahwa harapan hidup rata-rata (average life expectancy) perusahaan multinasional yang masuk daftar Fortune 500 hanya berkisar 40-50 tahun. Fakta lainnya, sekitar sepertiga dari perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 pada 1970 lenyap ditelan masa pada 1983, baik karena diakuisisi, merger, maupun bubar. Jadi, perusahaan yang bisa menembus usia 50 tahun, bahkan 100 tahun hingga 200 tahun, kehebatannya tidak diragukan lagi.
Dari penulusuran Tim Riset SWA tahun 2021, sejumlah perusahaan dan merek yang usianya lebih dari 100 tahun. Untuk perusahaan swasta ada PT Pura Barutama (didirikan Ong Djing Tjong pada 1908), PT Aneka Gas Industri Tbk (1916), PT Tiga Raksa Satria Tbk (1919), dan PT Grand Kartech Tbk (1921). Sementara merek yang telah berusia 100 tahun, di antaranya Kopi Warung Tinggi, Kecap Benteng Teng Giok Seng, Kecap Cap Orang Jual Sate, Jamu Iboe, Minyak Gosok Cap Tawon, Dji Sam Soe, Soda Cap Badak, dan Peci M. Iming.
BUMN yang masuk dalam kelompok usia 100 tahun antara lain PT Pindad (Persero) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Di samping itu, perusahaan pelat merah di barisan centinneal merupakan pemain utama di industri masing-masing, misalnya PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Bio Farma (Persero) Tbk, dan PT Pegadaian (Persero) Tbk.
Deretan merek produk atau perusahaan hebat versi majalah SWA ini mendapat apresiasi Indonesia Living Legend Companies dan Indonesia Living Legend Brands yang tiap tahun diadakan dan berubah nama-nama perusahaan yang masuk kategori. Group Chief Editor SWA Kemal Effendi Gani mengatakan agar perusahaan atau merek produk dapat masuk dalam Indonesia Living Legend Companies dan Indonesia Living Legend Brands perusahaan dan merek harus memiliki umur minimal 50 tahun, terus berkembang dan menjadi pemain utama di industrinya, atau di kategorinya (untuk merek). "Jadi, perusahaan tersebut tetap tangguh, sehat, dan lincah," jelas dia.
.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




