Riset Terapan Bisa Tingkatkan Produktivitas Kerja
Jumat, 30 Juli 2021 | 19:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) diharapkan tidak sekedar menjadi lembaga pendidikan pencetak lulusan yang siap bekerja di dunia industri tetapi diharapkan bisa menjadi institusi yang berperan aktif dalam menjawab tantangan dan persoalan di tengah masyarakat. Peran aktif tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui riset terapan.
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengadakan Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri-Dosen PT Vokasi.
Program ini khusus untuk dosen Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) yang didukung oleh dunia usaha dan dunia industri khususnya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Tim program Riset Keilmuan Terapan, Lilik Sudiajeng, mengatakan, program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan atau riset terapan berbasis permasalahan riil di dunia industri, kerja, usaha dan masyarakat, program ini ditawarkan kepada dosen di PTPPV sehingga para periset mampu berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan industri, kerja, usaha dan masyarakat.
Riset terapan sudah sering dilakukan PTPPV misalnya dengan penelitian di bidang industri kayu di Bali, industri yang menggunakan mesin mesin impor tersebut belum memberi manfaat kesejahteraan kepada pekerja dan masyarakat sekitarnya,akhirnya melalui riset yang menggandeng industri kayu, menghasilan modifikasi mesin yang lebih bermanfaat dan meningkatkan produktivitas.
"Setelah hasil riset tersebut diukur maka dapat meningkatkan produktivitas hingga 30% serta meningkatkan pendapatan pekerja hingga 70%,"ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Jumat (30/7/2021).
Model riset terapan yang berguna bagi masyarakat juga dicontohkan oleh DigitalDesa.id, sebuah perusahaan rintisan yang dikembangkan oleh Sidik Permana.
DigitalDesa.id atau dikenal dengan Digides pertama kali diperkenalkan pada 2019 kini telah dipakai lebih dari 300 desa se-Indonesia.Digides membantu teknologi yang dapat memaksimalkan keluaran sebuah pekerjaan di desa desa.
Direktur PT Floaton Bahari Indonesia, Hery Supriadi mengatakan riset pada sektor perikanan dan menciptakan konstruksi apung yang menangkap sampah dan menjadikannya bahan pembuatan pupuk organik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




