Pemerintah Pesimis Target Pertumbuhan 6,5 Persen Tercapai
Selasa, 6 November 2012 | 18:25 WIB
Secara realistis pertumbuhan ekonomi pada 2012 hanya mencapai 6,3 persen.
Pemerintah pesimis target pertumbuhan ekononomi nasional pada tahun 2012 yang dipatok 6,5 persen sesuai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sulit teralisasi.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, secara realistis pertumbuhan ekonomi pada 2012 hanya mencapai 6,3 persen.
"Kita harus berpikir realistis, 6,5 persen itu berat sekali. Dalam situasi seperti ini, saya berharap 6,3 persen bisa tercapai," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/11).
Menurut Hatta, apabila pemerintah ingin mencapai target 6,5 persen, maka pertumbuhan ekonomi pada kuartal empat harus mencapai angka 7 persen dan hal tersebut sulit tercapai dengan situasi saat ini.
Dia mengatakan, pemerintah harus mendorong belanja negara yang kurang memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2012, sehingga hanya mencapai angka 6,17 persen. "Seharusnya belanja pemerintah tidak terjadi kontraksi dan bisa memberikan sumbangan positif dari situ," ujarnya.
Hatta juga berharap, persoalan anggaran mulai dari perencanaan, pengadaan barang dan jasa, ketepatan proyek dan kualitas sasaran pembangunan tidak terulang kembali. Upaya tersebut patut dilakukan agar kontribusi pemerintah melalui realisasi belanja tidak menganggu mesin pertumbuhan.
"Untuk selanjutnya belanja pemerintah harus positif, begitu juga belanja modal, karena ini berkaitan dengan investasi," ujarnya.
Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan kontribusi pemerintah melalui belanja pegawai dan belanja barang tidak optimal dalam memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi.
Pebyebabnya adanya penghematan belanja serta moratorium pegawai dan pemberian gaji ke-13 yang telah dilakukan pada kuartal dua. "Tetapi kita berhasil meningkatkan belanja modal. Itu termasuk pengeluaran pemerintah meningkat di kuartal tiga dibandingkan kuartal dua 2012. Itu cukup tinggi, hanya dalam pencatatan PDB itu masuk di investasi," katanya.
Mahendra mengungkapkan angka 6,3 persen merupakan target realistis pertumbuhan akhir tahun, dengan terus memanfaatkan investasi dan meningkatkan konsumsi rumah tangga. "Kalau ditingkatan 6,3 persen saya rasa bisa, jadi kita pikir lebih baik manfaatkan momentum yang ada, investasi kita jaga dan dari segi pengeluaran pemerntah kita optimalkan," ujarnya.
Pemerintah pesimis target pertumbuhan ekononomi nasional pada tahun 2012 yang dipatok 6,5 persen sesuai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sulit teralisasi.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, secara realistis pertumbuhan ekonomi pada 2012 hanya mencapai 6,3 persen.
"Kita harus berpikir realistis, 6,5 persen itu berat sekali. Dalam situasi seperti ini, saya berharap 6,3 persen bisa tercapai," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/11).
Menurut Hatta, apabila pemerintah ingin mencapai target 6,5 persen, maka pertumbuhan ekonomi pada kuartal empat harus mencapai angka 7 persen dan hal tersebut sulit tercapai dengan situasi saat ini.
Dia mengatakan, pemerintah harus mendorong belanja negara yang kurang memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2012, sehingga hanya mencapai angka 6,17 persen. "Seharusnya belanja pemerintah tidak terjadi kontraksi dan bisa memberikan sumbangan positif dari situ," ujarnya.
Hatta juga berharap, persoalan anggaran mulai dari perencanaan, pengadaan barang dan jasa, ketepatan proyek dan kualitas sasaran pembangunan tidak terulang kembali. Upaya tersebut patut dilakukan agar kontribusi pemerintah melalui realisasi belanja tidak menganggu mesin pertumbuhan.
"Untuk selanjutnya belanja pemerintah harus positif, begitu juga belanja modal, karena ini berkaitan dengan investasi," ujarnya.
Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan kontribusi pemerintah melalui belanja pegawai dan belanja barang tidak optimal dalam memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi.
Pebyebabnya adanya penghematan belanja serta moratorium pegawai dan pemberian gaji ke-13 yang telah dilakukan pada kuartal dua. "Tetapi kita berhasil meningkatkan belanja modal. Itu termasuk pengeluaran pemerintah meningkat di kuartal tiga dibandingkan kuartal dua 2012. Itu cukup tinggi, hanya dalam pencatatan PDB itu masuk di investasi," katanya.
Mahendra mengungkapkan angka 6,3 persen merupakan target realistis pertumbuhan akhir tahun, dengan terus memanfaatkan investasi dan meningkatkan konsumsi rumah tangga. "Kalau ditingkatan 6,3 persen saya rasa bisa, jadi kita pikir lebih baik manfaatkan momentum yang ada, investasi kita jaga dan dari segi pengeluaran pemerntah kita optimalkan," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




