Serikat Pekerja Bantah Isu Mogok Karyawan Freeport
Jumat, 9 November 2012 | 09:10 WIB
Isu adanya rencana pemogokan ulang karyawan Freeport sama sekali tidak benar
Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK-SPSI) PT Freeport Indonesia membantah isu yang menyebutkan adanya rencana pemogokan ulang karyawan perusahaan itu.
Ketua Bidang Humas PUK SPSI PT Freeport Indonesia, Derek Motte di Timika, hari ini mengatakan isu adanya rencana pemogokan ulang karyawan Freeport sama sekali tidak benar.
"Ada beberapa isu yang berkembang bahwa karyawan akan melakukan mogok kembali. Itu semua tidak benar. Tidak ada lagi mogok jilid berapa-jilid berapa," tegas Derek.
Menurut dia, saat ini seluruh karyawan berkomitmen untuk memajukan perusahaan sebab keberadaan PT Freeport Indonesia penting untuk Indonesia, apalagi untuk masyarakat Papua.
"Keberadaan perusahaan ini sangat penting untuk kita semua. Perusahaan ini salah satu penyumbang devisa terbesar untuk negara sehingga kita semua bergandengan tangan satu sama lain untuk memajukan perusahaan," kata Derek.
Ia mengakui saat ini ada upaya dari beberapa orang untuk menggembosi kepengurusan PUK SPSI PT Freeport pimpinan Sudiro. Kelompok yang mengatasnamakan "Tim Pemulihan" pimpinan Pahlawan Iba itu berencana mengajukan mosi tidak percaya kepada PUK SPSI PT Freeport periode 2010-2013.
"Ada beberapa orang yang mengaku mengatasnamakan anggota di lapangan. Tapi seluruh komisaris dan korlap SPSI PT Freeport masih solid, tidak ada yang ke luar dari organisasi. Pengurus SPSI tetap menjalankan roda organisasi sesuai aturan hingga masa kepengurusan berakhir pada 30 September 2013," jelas Derek.
Ia menegaskan, sejumlah tokoh karyawan asal tujuh suku di sekitar area pertambangan PT Freeport Indonesia tetap mendukung kepengurusan PUK SPSI pimpinan Sudiro, seperti Anis Natkime, Jokinus Murib dan lain-lain.
Derek menambahkan, saat ini sudah tidak ada permasalahan diantara karyawan Freeport pascamogok massal tahun 2011 hingga awal tahun ini.
Manajemen perusahaan bersama PUK SPSI telah menggelar rembuk bersama untuk menjalin kembali kebersamaan antarkaryawan. Kegiatan rembuk bersama itu digelar di lingkungan perusahaan, maupun di luar lingkungan perusahaan.
Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK-SPSI) PT Freeport Indonesia membantah isu yang menyebutkan adanya rencana pemogokan ulang karyawan perusahaan itu.
Ketua Bidang Humas PUK SPSI PT Freeport Indonesia, Derek Motte di Timika, hari ini mengatakan isu adanya rencana pemogokan ulang karyawan Freeport sama sekali tidak benar.
"Ada beberapa isu yang berkembang bahwa karyawan akan melakukan mogok kembali. Itu semua tidak benar. Tidak ada lagi mogok jilid berapa-jilid berapa," tegas Derek.
Menurut dia, saat ini seluruh karyawan berkomitmen untuk memajukan perusahaan sebab keberadaan PT Freeport Indonesia penting untuk Indonesia, apalagi untuk masyarakat Papua.
"Keberadaan perusahaan ini sangat penting untuk kita semua. Perusahaan ini salah satu penyumbang devisa terbesar untuk negara sehingga kita semua bergandengan tangan satu sama lain untuk memajukan perusahaan," kata Derek.
Ia mengakui saat ini ada upaya dari beberapa orang untuk menggembosi kepengurusan PUK SPSI PT Freeport pimpinan Sudiro. Kelompok yang mengatasnamakan "Tim Pemulihan" pimpinan Pahlawan Iba itu berencana mengajukan mosi tidak percaya kepada PUK SPSI PT Freeport periode 2010-2013.
"Ada beberapa orang yang mengaku mengatasnamakan anggota di lapangan. Tapi seluruh komisaris dan korlap SPSI PT Freeport masih solid, tidak ada yang ke luar dari organisasi. Pengurus SPSI tetap menjalankan roda organisasi sesuai aturan hingga masa kepengurusan berakhir pada 30 September 2013," jelas Derek.
Ia menegaskan, sejumlah tokoh karyawan asal tujuh suku di sekitar area pertambangan PT Freeport Indonesia tetap mendukung kepengurusan PUK SPSI pimpinan Sudiro, seperti Anis Natkime, Jokinus Murib dan lain-lain.
Derek menambahkan, saat ini sudah tidak ada permasalahan diantara karyawan Freeport pascamogok massal tahun 2011 hingga awal tahun ini.
Manajemen perusahaan bersama PUK SPSI telah menggelar rembuk bersama untuk menjalin kembali kebersamaan antarkaryawan. Kegiatan rembuk bersama itu digelar di lingkungan perusahaan, maupun di luar lingkungan perusahaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




