Penjualan Lahan AKR di JIIPE Sudah Capai 14 Ha
Rabu, 8 September 2021 | 18:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– Penjualan lahan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) di Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur hingga semester I 2021 telah mencapai 14 hektare (ha) dari target tahun ini 30-35 ha.
"Jualan lahan di JIIPE tetap kita jaga di 30-35 ha untuk tahun 2021, sampai semester sudah jual lebih dari 14 ha," kata Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu dalam Public Expose Live 2021, Rabu (8/9/2021).
Suresh mengatakan, selama 2 bulan terakhir, banyak sentimen positif yang diyakini dapat menopang penjualan lahan di JIIPE seperti disahkannya kawasan JIIPE sebagai Kawasan ekonomi khusus (KEK) Teknologi & Manufaktur melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2021 tanggal 28 Juni 2021 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo. Hal ini menjadikan JIIPE sebagai kawasan industri yang kompetitif untuk industri 4.0. Kawasan ini menyediakan konektivitas superior dengan transportasi multimoda, terhubung pelabuhan laut dalam, utilitas lengkap satu pintu, perizinan lingkungan dengan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) satu pintu, dan izin konstruksi cepat melalui fasilitas KLIK.
Selain itu, status KEK akan memberikan insentif tambahan kepada investor. Di antaranya fiskal seperti pajak penghasilan, dan bea cukai. Adapun insentif non-fiskal meliputi persetujuan izin dan lisensi satu pintu, kemudahan lalu lintas barang, dan fleksibilitas dalam ketenagakerjaan. "Kita pasarkan juga ke dalam dan luar negeri dan hasilnya sangat bagus, ada beberapa customer yang melirik tanah di JIIPE," tambahnya.
Terkait kinerja, Suresh meyakini bisa mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2021 minimal 12%-15% seiring prospek pemulihan ekonomi. Target tersebut berasal dari bisnis distribusi bahan bakar minyak (BBM), yang juga ditargetkan tumbuh 10-12% pada tahun ini menyusul keberhasilan perseroan menjual 2,3 juta kiloliter sesuai target 2020.
Suresh menjelaskan pertumbuhan itu akan didukung kenaikan BBM industri dengan meningkatnya pelanggan baru di sektor smelter, perkebunan sawit, bunker service, dan pabrikan, seiring membaiknya perekonomian. Dia menilai BBM ritel juga akan tumbuh seiring dengan semakin dikenalnya brand BP-Akra dan bertambahnya jumlah outlet BP-Akra.
Perseroan berencana akan membangun 350 outlet SPBU dalam 10 tahun sejak resmi berkongsi. Pada 2021, perseroan berencana membangun 30-35 SPBU BP-AKR baru. British Petroleum (BP) dan AKR seperti diketahui telah menandatangani perjanjian usaha patungan pada 5 April 2017 untuk mengembangkan usaha ritel bahan bakar di Indonesia. Usaha patungan tersebut telah membentuk sebuah perusahaan, PT Aneka Petroindo Raya (APR) yang beroperasi dengan nama BP AKR Fuels Retail.
Di bisnis kimia, joint venture dengan Petronas juga sudah mulai beroperasi pada tahun ini sehingga diyakini semakin memacu kinerja perseroan pada 2021. Di mana bisnis kimia juga ditargetkan bisa bertumbuh double digit.
Lebih lanjut, untuk mendukung pencapaian target tersebut, AKRA mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2021 sekitar US$ 15-20 juta yang akan digunakan untuk ekspansi di ritel dan lain-lain. Capex akan berasal dari kas internal perseroan.
Hingga semester I 2021, AKRA membukukan laba bersih Rp 550 miliar, tumbuh 28% dibandingkan dengan torehan laba pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 432 miliar. Pada paruh pertama tahun ini, pendapatan AKRA mencapai Rp 10,70 triliun, naik 7,04% dibandingkan semester I 2020 sebesar Rp 10,01 triliun
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




