ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Realisasi TKDN 3 Proyek Bandara AP I Capai 78,76%

Senin, 13 September 2021 | 19:07 WIB
TD
FH
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: FER
Media Visit AP I 
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (tengah), serta Direksi AP I Andy Bratamihardja dan Wendo Asrul Rose, saat diskusi virtual, Jakarta, Senin (19/4/2021). Diskusi ini tentang langkah strategis AP I dalam menjalankan bisnisnya di masa pandemi. Investor Daily/David Gita Roza
Media Visit AP I Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (tengah), serta Direksi AP I Andy Bratamihardja dan Wendo Asrul Rose, saat diskusi virtual, Jakarta, Senin (19/4/2021). Diskusi ini tentang langkah strategis AP I dalam menjalankan bisnisnya di masa pandemi. Investor Daily/David Gita Roza (DAVID GITA ROZA)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I, mencatat realisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di tiga proyek pengembangan bandara kelolaan mencapai 78,76%. Jumlah itu setara nilai Rp 3,61 triliun dari total investasi Rp 4,53 triliun.

Adapun tiga proyek pengembangan bandara yang dimaksud, yaitu pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar), pembangunan gedung terminal baru Bandara Syamsudin Noor (Banjarmasin), dan pembangunan Stasiun Kereta Api (KA) Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (YIA).

"Angkasa Pura I berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri pada setiap proyek pengembangan dan pembangunan bandara beserta fasilitas penunjangnya, baik berupa barang dan jasa," kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam pernyataan resmi, Senin (13/9/2021).

Faik menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan industri lokal juga nasional dan mendukung penerapan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri serta Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri.

ADVERTISEMENT

Pemanfaatan TKDN terbesar, ujar Faik, terdapat pada proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin dengan nilai investasi TKDN sebesar Rp 2,6 triliun atau 79% dari total investasi Rp3,11 triliun.

TKDN terbesar kedua terdapat pada proyek terminal baru Bandara Syamsudin Noor dengan nilai investasi TKDN sebesar Rp 992 miliar atau 71,24% dari total investasi sebesar Rp 1,39 triliun.

Sedangkan, TKDN tertinggi ketiga terdapat pada proyek pembangunan Stasiun KA YIA dengan nilai investasi TKDN sebesar Rp 24,4 miliar atau 85,81% dari total investasi sebesar Rp 28,44 miliar.

Seluruh pekerjaan dan distribusi material pada proyek pengembangan di tiga bandara dilakukan oleh perusahaan dalam negeri, seperti yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Kemudian, KSO Wijaya Karya dan PT PP (Persero) Tbk untuk proyek pembangunan terminal baru Bandara Syamsudin Noor. Terakhir, PT PP untuk pembangunan Stasiun KA YIA.

"Adapun material dalam negeri yang digunakan untuk proyek pembangunan bandara di atas, yaitu plafon metal, atap TPO, karpet, linear metal ceiling - CF5, listplank ACP, capping ACP, material pancang, beton, pasir urug, wiremesh, keramik lantai, sanitair, dan lainnya," jelas Faik.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon