Electronic City Tidak Jual Barang Tanpa Garansi
Selasa, 13 November 2012 | 16:06 WIB
Selain garansi, Electronic City juga memiliki asuransi petir, badai dan lainnya
Retailer barang elektronik, Electronic City, mengklaim kalau mereka punya jaminan berbagai asuransi untuk memberi servis purna jual yang berbeda dan lebih baik dari para kompetitor dna memberi rasa aman kepada pembeli dengan garansi yang melekat pada semua produk tanpa kecuali.
"Service dan barang kita semua juga bergaransi. Kita tidak pernah (menjual) barang tidak bergaransi. Kita juga punya auto service kita sendiri yang diakui di tempat-tempat service besar di Indonesia," ungkap ujar Regional Manajer Electronic City Outlet, Marya Hildayati kepada Beritasatu.com saat mengadakan acara sehari bersama media, hari ini.
"Barang yang rusak fungsi juga dapat dikembalikan dan diganti. Kita juga punya asuransi petir, badai, dan lainnya. Kalau kebanjiran atau kebakaran, kalau semua bukti masih lengkap kita akan lihat dulu," katanya.
Selain itu, Marya mengatakan kebutuhan elektronik dan pola hidup masyarakat yang meningkat mendorong Electronic City menyediakan varian produk yang cukup besar.
"Barang elektronik sekarang sudah jadi kebutuhan utama," katanya.
Menurutnya, masyarakat sekarang cepat mengenal produk terbaru dengan adanya internet dan tehnologi informasi lainnya.
"Yang ada dibenak masyarakat adalah lebih gampang mencari new update di modern channel dari pada di traditional channel," ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan itu pola hidup juga menuntut EC berkembang dan memperluas dengan membuka outlet di beberapa daerah dengan target middle ke atas (C, B, dan A).
"Nah, perkembangan itu diambil oleh Electronic City mungkin kompetitor-kompetitor lain juga sama," ujarnya.
Selain itu juga pembayaran di EC merupakan strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas outlet.
"Pola hidup kita sekarang senang mengutang, kartu kredit tapi kan tidak diakomodir yang lainnya. Kita punya cicilan 0 persen dan cicilan 6-12 bulan," ujarnya.
EC dikatakan Marya, akan terus optimis dengan perkembangan yang ada.
"Target kita, kita semakin berkembang dan kini meningkat setiap bulannya. Outlet kita baru keluar 4-6 bulan lalu, kita berharap dengan adanya outlet baru ini dapat berkembang tahunan," harapnya.
Hingga tahun ini, PT Electronic City Indonesia menjangkau daerah-daerah di Jabodetabek dengan membuka toko baru.
Perbedaan yang terlihat dari Electronic City Outlet dengan yang ada di beberapa pusat kota adalah warna dominan pada outlet.
Retailer barang elektronik, Electronic City, mengklaim kalau mereka punya jaminan berbagai asuransi untuk memberi servis purna jual yang berbeda dan lebih baik dari para kompetitor dna memberi rasa aman kepada pembeli dengan garansi yang melekat pada semua produk tanpa kecuali.
"Service dan barang kita semua juga bergaransi. Kita tidak pernah (menjual) barang tidak bergaransi. Kita juga punya auto service kita sendiri yang diakui di tempat-tempat service besar di Indonesia," ungkap ujar Regional Manajer Electronic City Outlet, Marya Hildayati kepada Beritasatu.com saat mengadakan acara sehari bersama media, hari ini.
"Barang yang rusak fungsi juga dapat dikembalikan dan diganti. Kita juga punya asuransi petir, badai, dan lainnya. Kalau kebanjiran atau kebakaran, kalau semua bukti masih lengkap kita akan lihat dulu," katanya.
Selain itu, Marya mengatakan kebutuhan elektronik dan pola hidup masyarakat yang meningkat mendorong Electronic City menyediakan varian produk yang cukup besar.
"Barang elektronik sekarang sudah jadi kebutuhan utama," katanya.
Menurutnya, masyarakat sekarang cepat mengenal produk terbaru dengan adanya internet dan tehnologi informasi lainnya.
"Yang ada dibenak masyarakat adalah lebih gampang mencari new update di modern channel dari pada di traditional channel," ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan itu pola hidup juga menuntut EC berkembang dan memperluas dengan membuka outlet di beberapa daerah dengan target middle ke atas (C, B, dan A).
"Nah, perkembangan itu diambil oleh Electronic City mungkin kompetitor-kompetitor lain juga sama," ujarnya.
Selain itu juga pembayaran di EC merupakan strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas outlet.
"Pola hidup kita sekarang senang mengutang, kartu kredit tapi kan tidak diakomodir yang lainnya. Kita punya cicilan 0 persen dan cicilan 6-12 bulan," ujarnya.
EC dikatakan Marya, akan terus optimis dengan perkembangan yang ada.
"Target kita, kita semakin berkembang dan kini meningkat setiap bulannya. Outlet kita baru keluar 4-6 bulan lalu, kita berharap dengan adanya outlet baru ini dapat berkembang tahunan," harapnya.
Hingga tahun ini, PT Electronic City Indonesia menjangkau daerah-daerah di Jabodetabek dengan membuka toko baru.
Perbedaan yang terlihat dari Electronic City Outlet dengan yang ada di beberapa pusat kota adalah warna dominan pada outlet.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




