Neraca Perdagangan Indonesia Diproyeksi Surplus
Rabu, 15 September 2021 | 09:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Pelaku pasar di lantai bursa akan mencermati data neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 yang diproyeksikan mengalami surplus.
PT Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, data tersebut menjadi cermin bahwa optimisme pemulihan ekonomi masih berlanjut. Hal ini sejalan permintaan global yang masih cukup kuat, meski diadang varian delta Covid-19.
"Meski diprediksi suprlus, tetapi jumlahnya diperkirakan menurun. Menurunnya surplus disebabkan oleh perlambatan ekonomi sebagai dampak dari adanya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sepanjang Agustus," jelas Pilarmas dalam riset harian, Rabu (15/9/2021).
Pilarmas menambahkan, PPKM level tiga dan empat memberikan dampak ketidakpastian aktivitas investasi dan produksi. Hal ini terlihat dari PMI manufaktur Indonesia pada Agustus 2021 yang masih terjebak pada zona kontraksi yaitu 43,7, meskipun sedikit membaik dari posisi 40,1 pada Juli 2021.
Lebih lanjut, apabila merujuk konsensus yang dihimpun Trading Economics pada bulan Agustus 2021, ekspor Indonesia, diperkirakan tumbuh 37,15% secara tahunan, sedangkan impor diproyeksikan tumbuh 45,05%. Menguatnya harga komoditas yang diiringi meningkatnya permintaan dinilai menjadi penopang pertumbuhan ekspor.
"Salah satu pelanggan terbesar komoditas adalah negara-negara dengan industri yang besar, seperti Tiongkok. Hal ini, akan menjadi perhatian para pelaku pasar," ujar Pilarmas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




