Holding Ultra Mikro Terbentuk, Saham BRI Berpotensi Tembus Rp 5.000
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Holding Ultra Mikro Terbentuk, Saham BRI Berpotensi Tembus Rp 5.000

Rabu, 15 September 2021 | 14:25 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berpotensi menembus harga tertinggi sebelumnya Rp 4.950 didorong Holding Ultra Mikro sebagai sumber pertumbuhan baru perseroan.

Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengatakan, penawaran harga saham baru BRI Rp 3.400 per lembar tergolong sangat menarik. Terlebih, harga saham BBRI saat ini tergolong stabil di kisaran Rp 3.800 hingga Rp 4.000.

"Tentu ini sangat menarik seharusnya dengan harga seperti itu (Rp 3.400). Apa lagi kalau dilihat posisi tertinggi BRI yang pernah dicapai adalah Rp 4.950 maka potensi gain-nya cukup tinggi untuk mencetak rekor lagi,” kata Reza melalui keterangan tertulis, pada Rabu (15/9/2021).

Reza menuturkan BRI punya potensi pengembangan kinerja yang sangat besar dengan pembentukan Holding UMi tahun ini. Seperti diketahui pada Senin (13/9), Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto dan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani atau PNM Arief Mulyadi menandatangani Akta Inbreng sebagai salah satu proses pembentukan Holding UMi.

Integrasi strategis ini, lanjutnya, dapat menjadi peluang besar bagi BBRI untuk mendiversifikasi bisnisnya sehingga penetrasi ke pasar akan lebih dalam dan menciptakan ekosistem penyaluran kredit yang kuat untuk memacu pertumbuhan kinerja di masa datang.

Di sisi lain, kata Reza, investor memiliki optimisme atas prospek bisnis Holding Umi ke depan, di mana BRI berperan sebagai induk bakal memperkuat ekosistem usaha UMi bersama Pegadaian dan PNM.

“Bagaimana pun kinerja historis dan prospeknya ini sangat besar dan lebih pasti. Holding pun akan menambah optimisme investor untuk terus mengapresiasi saham BBRI lebih lanjut. Potensi peningkatan harganya juga sangat tinggi," kata Reza.

Optimisme terkait kinerja saham BBRI yang akan kembali mencatatkan rekor harga tertingginya diungkapkan pula pengamat pasar modal sekaligus Founder Indonesia Superstocks Community Edhi Pranasidhi. Dia bahkan mencatat ada 10 investor besar yang melakukan penjualan saham BBRI puluhan juta lot pada 2020.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menunggu momentum yang lebih baik guna menyerap kembali BBRI di masa datang. Dia berpendapat penerbitan saham guna pembentukan holding adalah momentum yang sangat tepat untuk kembali berinvestasi di BBRI.

Proyeksi aksi beli dalam jumlah besar akan mendorong peningkatan harga BBRI yang cukup signifikan. "Sepanjang 2020 ada 10 top brokerage houses melakukan aksi jual. Investor pun harus mewaspadai program buying setidaknya dari 5 investor besar tersebut baik pada sebelum maupun setelah penerbitan saham Bank BRI," ungkapnya.

Edhi berpendapat harga pelaksanaan rights issue BRI sebesar Rp 3.400 per saham tergolong sangat murah. Bahkan, keuntungan dapat tetap dicetak investor hanya dengan menggunakan hak dan menjualnya pada hari pertama perdagangan setelah aksi korporasi.

"Maka dari itu, memang akan sangat untung jika menggunakan hak. Ini adalah momentum spesial. emiten yang menjual menerapkan harga di bawah harga pasar itu selalu menarik dan menguntungkan," jelasnya.

Lebih lanjut, Edhi mengatakan investor pun akan mendapat untung lebih besar lagi jika berkomitmen untuk periode yang lebih panjang. "Menebus HMETD berpotensi memberikan return hingga 32% pada harga maksimal Rp5.025 atau 2,5 kali harga buku dalam 12 bulan investasi," ujarnya.

Sebelumnya, manajemen BRI melaksanakan public expose secara daring, pada 9 September 2021. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengungkapkan bahwa sekitar 60%-70% dana hasil rights issue untuk modal kerja holding UMi bersama Pegadaian dan PNM.

Adapun sisanya untuk modal kerja bisnis mikro dan kecil. Dalam prospektus yang diterbitkan Selasa (31/8), manajemen BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,213 miliar Saham Baru Seri B atas nama dengan nilai nominal Rp50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Arkha Akan Garap Proyek Steel Fabricatoe RDMP Pertamina Rp 620 Miliar

PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) akan mengambl alih pekerjaan steel fabricatoe 23.000 ton senilai Rp 620 miliar pada proyek RDMP kilang Pertamina.

EKONOMI | 28 September 2021

Dow Naik, Saham Teknologi Seret S&P dan Nasdaq ke Zona Merah

Dow Jones Industrial Average naik 71,37 poin menjadi 34.869,37 didorong saham energi dan saham bank.

EKONOMI | 28 September 2021

Bursa Eropa Bervariasi, Investor Pantau Hasil Pemilu Jerman

Pan-European Stoxx 600 ditutup sedikit melemah, setelah naik 0,7% di awal sesi.

EKONOMI | 28 September 2021

Deli Pratama Akuisisi 49,56% Saham Perdana Karya

Deli Pratama membeli 297.383.762 lembar atau 49,56% porsi saham Perdana Karya.

EKONOMI | 28 September 2021

Jaloor Bantu UMKM Ekspor Produk ke Mancanegara Tanpa Ribet

Pelaku UMKM dipastikan dapat lebih mudah melakukan kegiatan ekspor melalui program pendampingan yang disediakan oleh Jaloor.

EKONOMI | 27 September 2021

Dekatkan Diri dengan Pelanggan, Lixil Resmikan Showroom di Pondok Indah

Showroom Lixil menghadirkan brand-brand unggulan dalam satu atap sekaligus mendekatkan diri dengan pelanggan Indonesia.

EKONOMI | 27 September 2021

Wagub Emil: Klinik Kekayaan Intelektual Dorong Daya Saing UMKM Jatim

Emil berharap, kehadiran Klinik Kekayaan Intelektual dapat lebih meningkatkan minat pelaku usaha dan UMKM di Jatim untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya.

EKONOMI | 27 September 2021

Bamsoet Dorong Penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

EKONOMI | 27 September 2021

BI Proyeksikan Ekonomi Jakarta Tumbuh Hingga 4,4% di 2021

BI Perwakilan DKI memproyeksikan laju perekonomian DKI Jakarta sepanjang 2021 ini akan bertumbuh sekitar 3,6 hingga 4,4%. Hal ini didorong sejumlah faktor.

EKONOMI | 27 September 2021

KAI Dukung Integrasi Antarmoda di Jabodetabek

Integrasi antarmoda di kawasan Jabodetabek mempermudah masyarakat dalam mengakses sarana transportasi umum.

EKONOMI | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Arkha Akan Garap Proyek Steel Fabricatoe RDMP Pertamina Rp 620 Miliar

Arkha Akan Garap Proyek Steel Fabricatoe RDMP Pertamina Rp 620 Miliar

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings