Anak dan Cucu Usaha PTPP Mulai Pembangunan SPAM Lintas Kota
Selasa, 21 September 2021 | 09:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk atau PTPP, melalui anak usaha dan cucu usaha yang bergerak di bidang investasi infrastruktur, yaitu PT PP Infrastruktur (PP Infra) dan PT PP Tirta Riau (PP Trita Riau) menggelar pemancangan tiang pertama sistem penyediaan air minum (SPAM) Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Senin (20/9/2021).
Acara pemancangan pertama SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar ini turut dihadiri secara langsung oleh Gubernur Provinsi Riau H Syamsuar, Wali Kota Pekanbaru H Firdaus, Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto, Direktur Operasi PT PP Infrastruktur Satya Priambodo, Direktur PT PP Tirta Riau Achmad Sanusi, dan Direktur PT Sarana Pembangunan Riau Fuady Noor.
Kegiatan tersebut merupakan proses rangkaian dan bagian dari kerja sama penyelenggaraan SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar berkapasitas 1.000 liter per detik (lpd) antara Perumdam Tirta Siak Kota Pekanbaru, Perumdam Tirta Kampar Kabupaten Kampar dan PT Sarana Pembangunan Riau.

Direktur Operasi PT PP Infrastruktur Satya Priambodo mengatakan, sejak dilaksanakannya kegiatan groundbreaking SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar pada bulan November 2020 lalu, PP Tirta Riau terus melaksanakan koordinasi dengan stakeholder terkait proses lainnya untuk mempercepat pemenuhan persyaratan pendahuluan berupa proses perencanaan desain, perizinan dan lain sebagainya.
"Kegiatan pemancangan ini merupakan proses awal dimulainya tahapan konstruksi pembangunan SPAM yang diharapkan nantinya air minum akan mengalir sampai di rumah pelanggan secara bertahap di akhir tahun 2022," ujar Satya dalam keterangan tertulisnya, dikutip Beritasatu.com, Selasa (21/9/2021).
Satya menjelaskan, pembangunan instalasi unit produksi menggunakan teknologi handal dan terbaik yang ada saat ini, direncanakan berlangsung dalam dua tahap dimana memiliki total kapasitas sebesar 1.000 liter per detik (lpd) dengan hasil keluaran standar kualitas air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) dan pelayanan 24 jam per hari.
"Sedangkan pembangunan jaringan pipa akan dilaksanakan dalam empat tahap yang direncanakan melayani kebutuhan pelanggan rumah tangga maupun non-rumah tangga di wilayah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar," jelas Satya.
"SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar akan melayani lebih kurang 624.000 jiwa atau sekitar 102.000 sambungan rumah di lima kecamatan, yaitu Tampan, Bukit Raya, Marpoyan Damai, Siak Hulu, dan Tambang dengan peningkatan cakupan layanan dari sebelumnya 0% di area pelayanan menjadi 55% di area greenfields. Adapun sumber air baku yang akan digunakan di daerah tersebut berasal dari Sungai Kampar," ujar Corporate Secretary PTPP, Yuyus Juarsa.
Direktur PP Tirta Riau Achmad Sanusi menjelaskan, selain investasi unit produksi lingkup hulu dan unit distribusi di lingkup hilir, PP Tirta Riau akan mendukung Perumdam dalam bentuk perencanaan dan pendampingan manajemen.
"Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja Perumdam dalam melaksanakan kegiatan penyediaan air minum bagi kebutuhan pelanggan di wilayah kerja sama, baik dari segi kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan melalui bantuan investasi dana, pelaksanaan peningkatan pelayanan yang terukur, penggunaan sistem, program, teknologi dan pengetahuan yang diperlukan untuk peningkatan kinerja Perumdam," jelasnya.
Achmad Sanusi menambahkan, untuk memfasilitasi terselenggaranya SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar dapat berjalan dengan lancar dalam hal penyerapan pelanggan, pada acara ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang saling menguntungkan antara Perumdam Tirta Siak dan Perumdam Tirta Kampar dengan Asosiasi
Pengembang Perumahan (Aspernas), Real Estate Indonesia (REI) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
"MOU ini merupakan langkah posisitf yang saling mendukung dan memperkuat cabang bisnis masing-masing pihak, memberikan kualitas air yang sehat untuk masyarakat, perlindungan pengambilan air tanah secara berlebihan serta mengurangi pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air mereka dengan harga terjangkau sesuai perhitungan tarif yang telah diterbitkan pemerintah," kata Achmad Sanusi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




