Semen Bosowa Investasi Rp3 Triliun
Senin, 19 November 2012 | 07:21 WIB
Dana investasi akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi bahan baku semen tahap kedua
PT Semen Bosowa Maros ekspansi senilai US$310 juta (sekitar Rp3 triliun) di Maros, Sulawesi Selatan guna menopang peningkatan produksi.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi bahan baku semen tahap kedua (klinker plant line II) sebesar 5,2 juta ton per tahun di Maros.
Hal tersebut diutarakan oleh Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa sebelum acara peresmian dimulainya pembangunan (groundbreaking) klinker plant line II di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (18/11).
Peresmian pembangunan akan dilaksanakan Senin (18/11) ini. “Saat ini, total produksi Semen Bosowa sebesar 3,2 juta ton per tahun. Kami perkirakan bila klinker plant line II ini tuntas pada 2014, keseluruhan produksi semen Bosowa mencapai 10 juta ton per tahun pada 2015,” ujar Erwin.
Menurut dia, sumber pendanaan proyek pabrik klinker II itu sebesar 70 persen berasal dari perbankan dan 30 persen dari dana internal perusahaan. Proyek ini diharapkan tuntas dalam dua tahun ke depan. “Saat ini, total produksi klinker Bosowa sebesar 2,5 juta ton per tahun,” katanya.
Erwin menjelaskan, Bosowa saat ini memiliki dua pabrik semen, yakni PT Semen Bosowa Maros yang berlokasi di Maros dan PT Semen Bosowa Indonesia di Pulau Batam. PT Semen Bosowa Maros saat ini memproduksi semen sebanyak 2,5 juta ton per tahun. Selain di Maros, Bosowa tengah membangun grinding plant semen di Banyuwangi, Jawa Timur, yang berkapasitas 1,5 juta ton dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun.
Proyek ini diharapkan tuntas dan siap berproduksi akhir 2013. Bosowa juga akan membangun pabrik di beberapa wilayah lainnya, baik di kawasan timur maupun barat Indonesia. Erwin melanjutkan, Semen Bosowa merupakan satu-satunya korporasi swasta nasional yang memproduksi semen. Selebihnya, industri semen masih diramaikan oleh investor asing dan badan usaha milik negara (BUMN).
Bosowa menguasai sebagian be- sar pangsa pasar semen di kawasan timur Indonesia. Sedangkan secara nasional, perseroan menguasai sekitar 6 persen. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), realisasi total penjualan produsen semen di Indonesia sepanjang 2011 mencapai 49,2 juta ton, atau tumbuh 12,8 persen dibandingkan penjualan 2010.
Realisasi penjualan tahun lalu tersebut melampaui target 48 juta ton yang sudah direvisi dari awal 2011 sebanyak 46 juta ton. Realisasi pertumbuhan penjualan itu terutama ditopang tumbuhnya penjualan semen untuk pasar domestik sebesar 17,7 persen menjadi 48 juta ton. Untuk pasar ekspor, penjualan justru turun 56,6 persen menjadi 1,25 juta ton karena produsen lebih mengutamakan pasokan ke pasar domestik
PT Semen Bosowa Maros ekspansi senilai US$310 juta (sekitar Rp3 triliun) di Maros, Sulawesi Selatan guna menopang peningkatan produksi.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi bahan baku semen tahap kedua (klinker plant line II) sebesar 5,2 juta ton per tahun di Maros.
Hal tersebut diutarakan oleh Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa sebelum acara peresmian dimulainya pembangunan (groundbreaking) klinker plant line II di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (18/11).
Peresmian pembangunan akan dilaksanakan Senin (18/11) ini. “Saat ini, total produksi Semen Bosowa sebesar 3,2 juta ton per tahun. Kami perkirakan bila klinker plant line II ini tuntas pada 2014, keseluruhan produksi semen Bosowa mencapai 10 juta ton per tahun pada 2015,” ujar Erwin.
Menurut dia, sumber pendanaan proyek pabrik klinker II itu sebesar 70 persen berasal dari perbankan dan 30 persen dari dana internal perusahaan. Proyek ini diharapkan tuntas dalam dua tahun ke depan. “Saat ini, total produksi klinker Bosowa sebesar 2,5 juta ton per tahun,” katanya.
Erwin menjelaskan, Bosowa saat ini memiliki dua pabrik semen, yakni PT Semen Bosowa Maros yang berlokasi di Maros dan PT Semen Bosowa Indonesia di Pulau Batam. PT Semen Bosowa Maros saat ini memproduksi semen sebanyak 2,5 juta ton per tahun. Selain di Maros, Bosowa tengah membangun grinding plant semen di Banyuwangi, Jawa Timur, yang berkapasitas 1,5 juta ton dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun.
Proyek ini diharapkan tuntas dan siap berproduksi akhir 2013. Bosowa juga akan membangun pabrik di beberapa wilayah lainnya, baik di kawasan timur maupun barat Indonesia. Erwin melanjutkan, Semen Bosowa merupakan satu-satunya korporasi swasta nasional yang memproduksi semen. Selebihnya, industri semen masih diramaikan oleh investor asing dan badan usaha milik negara (BUMN).
Bosowa menguasai sebagian be- sar pangsa pasar semen di kawasan timur Indonesia. Sedangkan secara nasional, perseroan menguasai sekitar 6 persen. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), realisasi total penjualan produsen semen di Indonesia sepanjang 2011 mencapai 49,2 juta ton, atau tumbuh 12,8 persen dibandingkan penjualan 2010.
Realisasi penjualan tahun lalu tersebut melampaui target 48 juta ton yang sudah direvisi dari awal 2011 sebanyak 46 juta ton. Realisasi pertumbuhan penjualan itu terutama ditopang tumbuhnya penjualan semen untuk pasar domestik sebesar 17,7 persen menjadi 48 juta ton. Untuk pasar ekspor, penjualan justru turun 56,6 persen menjadi 1,25 juta ton karena produsen lebih mengutamakan pasokan ke pasar domestik
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




