HCML Gelar Sosialisasi Pengeboran Lapangan MDA-MBH di Sumenep
Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:57 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hulu migas, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), akan segera memulai pengeboran dan pengembangan lapangan MDA-MBH di Blok Madura Strait Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Terkait rencana tersebut, HCML melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan di kantor ESDM Jatim di Surabaya, Kamis (21/10/2021).
Hadir dalam acara itu antara lain adalah Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim Nurcholis, Bupati Sumenep Achmad Fauzi, dan perwakilan SKK Migas Jabanusa.
Manager Regional Office Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) Hamim Tohari menjelaskan, HCML mengawali kegiatan bisnisnya di Blok Madura Strait Sumenep sejak 2014 dan mulai ada proyek pada 2017 sebelum akhirnya menghentikan sementara kegiatan. Rencananya, proyek akan dilanjutkan di Pulau Raas dan Pulau Sapudi.
"Sumur MDA dan Sumur MBH yang sekarang dikerjakan, dan secara offshore lebih dekat dengan Sumenep. Lokasi ada di Selat Madura. Untuk lapangan MBH ada dua sumur yang dibor, dan untuk lapangan MDA ada lima sumur," kata Hamim.
Hamim berharap sosialisasi lanjutan yang digelar tersebut bisa dipahami oleh stakeholder utama di Provinsi Jatim dan Kabupaten Sumenep, agar kegiatan pengeboran berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu.
Sementara, persiapan saat ini sudah mencapai 100 persiapan, mulai izin cutting dumping, izin lingkungan, pengadaan rig, pengadaan drilling services dan pengadaan LLI. Sedangkan jadwal rig mencapai 80% dan persiapan lokasi 85%.
"Jack up rig akan masuk di platform MBH, kemudian akan pindah ke platform MDA. Operasi pengeboran akan dilakukan secara single well drilling, hingga memasang upper completion. Operasi estimasi selama 5 hari per sumur, dilakukan secara batch. Karena membakar gas, diharapkan lokasi pengeboran terisolasi untuk alasan keselamatan," papar Hamim.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Jatim, Nurcholis berharap sosialisasi ini sangat bagus bagi operator di lapangan, agar masyarakat setempat mengetahui ada kegiatan pengeboran.
"Bagi kami sendiri, bagi pemprov juga bagus. Ini karena Jatim adalah salah satu penyangga ketahanan energi nasional. Jika ada yang mulai lakukan pengeboran atau pengembangan di sumur-sumurnya, ini artinya ekonomi juga akan tumbuh," katanya.
Dinas ESDM Jatim juga berharap operator lain bisa meniru langkah baik yang dilakukan HCML sebelum melakukan kegiatan pengeborannya.
"Ini sangat bagus untuk ditiru operator yang lain. Ke depan, HCML juga bisa memberikan CSR kepada masyarakat, ini agar ada nilai tambah bagi masyarakat," imbuhnya.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, mendukung rencana pengeboran oleh HCML. Pasalnya, dalam situasi pandemi saat ini dan perekonomian dunia tidak bagus, HCML dengan kemampuannya terus melakukan pengeboran di Sumenep.
"Ini bisa membantu pertumbuhan ekonomi di Sumenep dan Jatim. Kami mendukung kegiatan pengeboran ini karena juga untuk kebutuhan menjaga ketahanan energi nasional dan regional. Kami berharap HCML yang sudah 6 tahun bekerja, melakukan percepatan eksploitasi dan produksi ke depan," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




