ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iperindo Harap Pemerintah Kembali Pesan Kapal ke Galangan Nasional

Senin, 1 November 2021 | 19:06 WIB
TD
IC
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: CAH
Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam.
Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengharapkan adanya pemesanan pembuatan kapal baru, baik dari pemerintah maupun badan usaha, guna memulihkan industri galangan kapal yang sepi terdampak pandemi Covid-19.

Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam mengungkapkan, kondisi galangan saat ini cukup mengenaskan karena proyek pembangunan kapal nyaris tidak ada selama pandemi, baik itu pemesanan dari BUMN maupun kementerian. Hal itu karena anggaran pemerintah dan juga BUMN banyak dialokasikan ke penanggulangan pandemi.

"Kondisi galangan cukup mengenaskan. Proyek pembangunan kapal hampir tidak ada lagi. Sangat sedikit," kata Eddy dalam konferensi pers Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021, Senin (1/11/2021).

Dia menjelaskan, anggota-anggota Iperindo dapat dikategorikan menjadi tiga kelompak, yakni galangan yang hanya melayani reparasi kapal, yang khusus pembangunan kapal baru, dan yang melayani reparasi serta pembangunan kapal baru.

ADVERTISEMENT

Menurut Eddy, kelompok terparah terdampak pandemi adalah galangan yang hanya melayani pembuatan kapal baru.

"Yang sangat menderita adalah teman-teman galangan pembangunan kapal baru. Strategi bertahan mereka otomatis adalah mengurangi overhead sebesar mungkin ya memang kalau dilihat dari situ yang dikorbankan adalah subkontraktor. Gak ada pembangunan kapal baru mereka pasti gak pakai subkontraktor," terang Eddy.

Selain itu, papar dia, galangan kapal banyak yang merumahkan karyawan dengan pembayaran gaji yang lebih minim.

"Mereka tetap berharap bahwa ke depannya proyek pembangunan kapal akan bangkit kembali," imbuh Eddy.

Bahkan, Eddy mengungkapkan, dari catatan pihaknya, sekitar 15.000-25.000 tenaga kerja terkait galangan kapal terpaksa terkena pemutusan hubungan kerja.

"Dari Steadfast Marine sendiri saja kami termasuk subkantraktor sekitart 1.200 orang yang kehilangan pekerjaan di tempat kami," papar Eddy.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon