Harvest City Gandeng Arebi Pasarkan Klaster Sakura Indica
Jumat, 12 November 2021 | 11:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harvest City, perumahan skala kota mandiri terbesar di koridor Transyogi-Cibubur, merilis klaster terbaru Sakura Indica. Proyek baru ini, dilirik Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) untuk menjalin kerja sama pemasaran eksklusif.
Ketua Umum DPP Arebi, Lukas Bong, mengatakan, melihat potensi Harvest City, membuat sebagian besar anggotanya tertarik ikut berpartisipasi memasarkan klaster terbaru Sakura Indica. Setidaknya, ada sekitar 100 kantor broker menyatakan komitmen ikut memasarkan produk baru Harvest City ini.
"Pemasaran klaster Sakura Indica ini kita buka network seluas-luasnya kepada anggota Arebi. Teman-teman baru terbuka matanya, ternyata di koridor Cibubur ini ada kawasan kota mandiri yang prospeknya sangat cerah, karena akan banyak fasilitas yang akan dikembangkan di Harvest City," kata Lukas Bong, seperti dikutip keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (12/11/2021).

Lukas Bong menjelaskan, Arebi sangat takjub melihat potensi yang dimiliki Harvest City. Terlebih, cadangan lahan atau landbank perumahan skala kota mandiri ini paling besar di kawasan Cibubur.
"Kelebihan itu, masih ditambah dengan rencana pengembangan yang matang. Apalagi kalau melihat pengembangnya yang merupakan kolaborasi dari 3 developer besar, Grup Suryamas, Grup Duta Putra, dan Grup Kalidoland," jelasnya.
Lukas Bong menambahkan, dilihat dari banyaknya pengembang papan atas yang mengembangkan proyek properti di koridor Cibubur-Transyogi, membuktikan potensi pasar properti di kawasan penyangga ibu kota ini sangat besar. "Kawasan ini diyakini sangat prospektif bagi investor maupun end-user untuk memiliki properti, karena merupakan kawasan sunrise property," tandasnya.
Sementara itu, CEO Harvest City Andry Sudjono mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan percepatan pengembangan kawasan Harvest City dengan mendorong masuknya sejumlah investor untuk membangun fasilitas-fasilitas di kawasan seluas 1.350 hektare itu.
Adapun beberapa investor yang sudah menyatakan minatnya masuk di Harvest City diantaranya, salah satu universitas ternama, rumah sakit skala nasional, pusat otomotif, kafe dan restoran brand internasional, yang direncanakan akan memulai pembangunan tahun depan.
"Kami optimistis nilai investasi properti di Harvest City akan meningkat tajam, dengan masuknya beberapa investor tersebut. Nilai tambah rumah atau ruko di sini otomatis akan meningkat sekitar 10% hingga 20% per tahun," kata Andry.
Menurut Andry, dalam kurun waktu dua tahun ke depan, Harvest City berencana meng-upgrade kawasan perumahan, yang diproyeksikan menjadi kota mandiri.
"Harvest City dikembangkan dengan konsep integrated sustainable development. Adapun model pembangunan yang diterapkan, mengintegrasikan fungsi-fungsi kawasan hunian dengan komersial secara terpadu," tandasnya.
GM Marketing and Sales Harvest City, Rymond Santoso, menambahkan, klaster Sakura Indica dikembangkan di atas lahan seluas 5 hektare, merupakan produk rumah smart home yang dirilis untuk memenuhi kebutuhan pasar di segmen harga mulai dari Rp 500 juta-an.
"Klaster Sakura Indica merupakan rumah satu lantai, yang rencananya akan dibangun sekitar 439 unit. Klaster ini sangat cocok untuk kaum milenial. Lokasinyanya berada dengan kawasan central business district (CBD) Harvest City," ujar Raymond.
Adapun tipe rumah di Sakura Inndica, tambah Raymond, terdiri dari 3 tipe, yaitu tipe Harumi (27/60), Yasushi (27/72), dan Megame (37/72), dimana dalam pemasaran tahap pertama ditawarkan 50 unit rumah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




