Panin Sekuritas: IHSG akan Berbalilk Arah
Kamis, 29 November 2012 | 07:35 WIB
Uni Eropa dan IMF sepakat menurunkan bunga dana bantuan sekaligus memberi kelonggaran jangka waktu pemgembalian dana bantuan tersebut.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berbalik arah menguat (rebund) setelah dalam tiga hari perdagangan terakhir mengalami aksi jual.
"Kami proyeksikan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat," kata Research Analyst PT. Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono di Jakarta, Kamis (29/11).
Dia mengatakan, potensi reboundnya IHSG tak lepas dari faktor global. Harga perumahan di Amerika Serikat (AS) bulan September naik ke level tertinggi semenjak Juli 2010. Indeks kepercayaan (Consumer confidence) bulan November juga menguat ke level tertinggi sejak November 2008.
Di sisi lain, pesanan durable goods bulan Oktober berhasil melampaui estimasi awal. "Ketiga data ekonomi ini memperlihatkan ekonomi AS sudah siap untuk bertumbuh kembali," kata Purwoko.
Dari Eropa, Uni Eropa dan IMF sepakat menurunkan bunga dana bantuan kepada Yunani sekaligus memberi kelonggaran jangka waktu penmgembalian bantuan tersebut.
Purwoko menilai, koreksi yang terjadi dalam dua hari perdagangan terakhir masih cukup wajar. Penurunan yang terjadi kemarin, memberi kesempatan investor melakukan pembelian pada harga bawah (buy on weakness) terutama pada saham-saham bluechip seperti ASII, AKRA, PGAS, TBIG, dan WIKA.
"Kami juga menilai indeks masih berada dalam trend positif hingga akhir tahun," kaat Purwoko.
Purwoko memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak dalam rentang support-resistance 4.28-4.335.
IHSG kemarin bergerak melemah melanjutkan profit taking yang terjadi sehari sebelumnya. Pasca penembusan rekor tertinggi, investor memilih melakukan aksi ambil untung ditengah tidak adanya perkembangan berarti pembicaraan budget di AS.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berbalik arah menguat (rebund) setelah dalam tiga hari perdagangan terakhir mengalami aksi jual.
"Kami proyeksikan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat," kata Research Analyst PT. Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono di Jakarta, Kamis (29/11).
Dia mengatakan, potensi reboundnya IHSG tak lepas dari faktor global. Harga perumahan di Amerika Serikat (AS) bulan September naik ke level tertinggi semenjak Juli 2010. Indeks kepercayaan (Consumer confidence) bulan November juga menguat ke level tertinggi sejak November 2008.
Di sisi lain, pesanan durable goods bulan Oktober berhasil melampaui estimasi awal. "Ketiga data ekonomi ini memperlihatkan ekonomi AS sudah siap untuk bertumbuh kembali," kata Purwoko.
Dari Eropa, Uni Eropa dan IMF sepakat menurunkan bunga dana bantuan kepada Yunani sekaligus memberi kelonggaran jangka waktu penmgembalian bantuan tersebut.
Purwoko menilai, koreksi yang terjadi dalam dua hari perdagangan terakhir masih cukup wajar. Penurunan yang terjadi kemarin, memberi kesempatan investor melakukan pembelian pada harga bawah (buy on weakness) terutama pada saham-saham bluechip seperti ASII, AKRA, PGAS, TBIG, dan WIKA.
"Kami juga menilai indeks masih berada dalam trend positif hingga akhir tahun," kaat Purwoko.
Purwoko memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak dalam rentang support-resistance 4.28-4.335.
IHSG kemarin bergerak melemah melanjutkan profit taking yang terjadi sehari sebelumnya. Pasca penembusan rekor tertinggi, investor memilih melakukan aksi ambil untung ditengah tidak adanya perkembangan berarti pembicaraan budget di AS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




