Erick Akan IPO dan Right Issue Sejumlah BUMN pada 2022
Kamis, 2 Desember 2021 | 20:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian BUMN akan melepas PT Pertamina Geothermal Energy (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ke publik melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 2022. Selain IPO, beberapa perusahaan pelat merah juga direncanakan right issue.
Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan bahwa alasan IPO anak usaha Pertamina tersebut agar Indonesia tetap mengikuti arus globalisasi terutama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab seperti diketahui saat ini, dunia sedang menuju green energy atau green economy. Bahkan Eropa sudah melarang komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, cokelat dan turunannya apabila tidak menggunakan green energy.
"Jadi, Pertamina Geothermal Energy ini sebagai alternatif kita menjadi bagian dari green electric atau eco lifestyle untuk listrik. Kita akan go public-kan ke situ dan ini termasuk bagian dari rencana 15 gigawatt PLN yang harus bertransformasi dari fosil ke energi jika kita sudah lakukan di geotermal," jelas Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Kamis (2/12).
Sementara ASDP, Erick menerangkan bahwa perusahaan yang bergerak di sektor transportasi laut ini direncanakan go public untuk memperoleh alternatif pendanaan guna memperbaiki kapal-kapal yang saat ini usianya sudah tua sehingga membahayakan penumpang. "Keselamatan publik menjadi kunci. Karena itu, kita harus mulai mencari alternatif pendanaan. Tidak mungkin mengandalkan Penyertaan Modal Negara (PMN) terus," jelas Erick.
Dia mengatakan pemerintah dan Komisi VI DPR juga sudah sepakat bahwa PMN hanya bagi penugasan dan bersifat krusial serta harus mendapatkan persetujuan tiga menteri.
Erick menekankan bahwa IPO menjadi alternatif dalam memperbaiki BUMN secara mandiri. Namun dengan tetap melayani publik dan menjadi korporasi sehat.
Selain rencana IPO, pada 2022 Kementerian BUMN juga akan menggalang dana melalui right issue untuk PT Semen Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Krakatau Steel Tbk, dan PT Kimia Farma Tbk. "Kita berpikir kalau PMN terus itu sulit. Toh, kita punya market yang cukup kuat. Makanya, salah satunya kita lakukan right issue," tutur Erick.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




