Logo BeritaSatu

Lippo Karawaci Dukung Perpanjangan Insentif PPN Properti

Jumat, 3 Desember 2021 | 13:11 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – CEO Lippo Karawaci John Riady mendukung wacana perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) hingga akhir 2022 yang diusulkan Bank Indonesia.

“Industri tentu saja menyambut baik usul Bank Indonesia kepada Pemerintah untuk memperpanjang kebijakan insentif PPN properti berupa uang muka 0% PPN Properti, karena terbukti membuat penjualan hunian meningkat signifikan,” kata John melalui keterangan tertulis, Jumat (3/12/2021).

Menurut John, berkat insentif PPN properti, industri properti nasional yang sebelumnya diprediksi lesu justru memiliki prospek yang cukup cerah untuk memetik pertumbuhan berkesinambungan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sepanjang Kuartal II-2021 sektor properti mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,82%. Angka tersebut menjadi kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di periode ini yang mencapai 7,07%. “Kebijakan insentif PPN properti akan memperkuat pasar properti bertumbuh.”

Diketahui usulan Bank Indonesia didasari kebijakan pro growth yang diusung pemerintah. Program itu sendiri merupakan bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mendorong roda perekonomian kembali berjalan pasca-pandemi Covid-19.

"Kebijakan moneter kita masih pro growth khususnya makroprudensial. Kita masih harus bersinergi dengan banyak pihak seperti pemerintah kita berharap pemerintah masih akan menanggung insentif uang muka 0% PPN properti. Mudah-mudahan masih akan ditanggung pemerintah," ujar Asisten Gubernur BI Juda Agung dalam webinar Bank Indonesia Bersama Masyarakat di Jakarta (2/12/2021).

Dia mengatakan Bank Indonesia belum akan melakukan pengetatan atau stabilisasi kebijakan sehingga akan akomodatif dalam kebijakan counter cyclical buffer yang masih nol.

"Kebijakan dari BI masih pro growth atau longgar dan ini akan terus dijaga sampai akhir tahun depan. Masih akan ada berbagai insentif yang akan kami berikan untuk mempercepat pembiayaan ke masyarakat dan menggerakkan ekonomi," katanya.

Di tempat terpisah Sekjen DPP REI, Amran Nukman, mengatakan insentif PPN DTP sejak Maret hingga akhir Desember tahun ini sangat berdampak besar pada penjualan properti para pengembang. Tercatat para pengembang yang memiliki hunian ready stock bisa mendorong peningkatan penjualan 30%-50% dari stimulus PPN.

"Pengembang yang punya stok rumah masih bisa memanfaatkan insentif ini. Kalau pengembang tidak ada stok rumah memang sulit untuk mengejar pelunasan dan serah terima di akhir Desember ini agar dapat memanfaatkan insentif PPN," ujar Amran beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, lanjutnya, REI tengah berupaya untuk mendorong pemerintah agar insentif PPN ini dapat diperpanjang hingga akhir tahun 2022. Menurutnya, potensi penambahan penyerapan PPN DPT mencapai Rp2,107 triliun.

Selain perpanjangan insentif PPN perumahan, REI juga mengusulkan agar program pengakuan PPN DPT diperhitungkan pada tanggal transaksi pembelian. Lalu, insentif tersebut juga diusulkan agar berlaku bagi rumah inden dan bukan hanya ready stock saja.

Menurut John terdapat beberapa faktor yang ikut menopang kinerja sektor properti. Pertama, tingkat kepemilikan rumah yang masih cukup rendah, bahkan di kota besar seperti Jakarta. “Masih sekitar 40-50%,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, Indonesia telah memasuki fase negara dengan pendapatan per kapita menengah, yakni US$3.900. Pada level tersebut, sebagaimana terjadi pada negara berkembang lainnya, akan meningkatkan permintaan akan perumahan, terlebih 60% populasi merupakan segmen milenial yang produktif.

Selain pendapatan per kapita yang meningkat dan populasi milenial usia produktif itu, John menyebutkan faktor lain yaitu tingkat bunga rendah. Jika dibandingkan pada masa booming properti pada 2008-2012 yang dikerek melambungnya sektor komoditas, tren pertumbuhan saat ini jauh lebih mantap dan organik. “Jadi yang beli bukan spekulan, justru yang betul-betul mencari rumah,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

WEF 2022, Dirut BRI: Tingkatkan Inklusi Keuangan, Hindari Pinjaman yang Kaku

Di WEF 2022, Dirut BRI Sunarso ungkap karakter yang dimiliki oleh nasabah BRI adalah tidak nyaman dengan produk pinjaman konvensional perbankan yang kaku.

EKONOMI | 26 Mei 2022

CEO GoTo di WEF: Ekosistem Digital Bisa Tekan Kesenjangan Ekonomi

CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), Andre Soelistyo, menjadi salah satu pembicara utama dalam rangkaian acara WEF 2022 di Davos, Swiss.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Ketimbang Nunggu Elon Musk, Lebih Baik Dukung Anak Bangsa

Pemerintah dinilai lebih baik merangkul anak bangsa untuk kembangkan kendaraan listrik dan teknologi EBT ketimbang menunggu janji investasi Elon Musk.  

EKONOMI | 26 Mei 2022

Bursa Asia Dibuka di Zona Merah di Tengah Sentimen the Fed

Bursa Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Kamis pagi (26/5/2022) setelah the Federal Reserve AS mengatakan akan menaikan suku bunga 50 basis poin.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Cara Mendapatkan Tokopedia Paylater untuk Mahasiswa yang Kerja Paruh Waktu

Tokopedia paylater adalah metode pembayaran di Tokopedia yang memungkinkan Anda untuk menggunakan aplikasi paylater rekanan Tokopedia untuk bertransaksi.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Sandiaga Uno Ajak UMKM Kolaborasi dengan Platform Digital

Sandiaga Uno mengajak para pelaku UMKM untuk berkolaborasi dengan platform digital agar dapat ciptakan peluang usaha.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Setelah 3 Hari Naik, Harga CPO Akhirnya Turun

Setelah 3 hari reli, harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives terkoreksi pada penutupan Rabu (25/5/2022).

EKONOMI | 26 Mei 2022

Harga Minyak Mentah Naik Tipis di Tengah Kurangnya Pasokan

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 47 sen atau 0,4%, menjadi US$ 114,03, WTI naik 0,5% ke US$ 110,33.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Wall Street Menguat Menyusul Risalah Rapat the Fed

Indeks-indeks acuan Wall Street naik pada hari Rabu (25/5/2022) setelah risalah pertemuan kebijakan the Federal Reserve menunjukkan kenaikan suku bunga.

EKONOMI | 26 Mei 2022

The Federal Reserve Bakal Naikkan Suku Bunga 50 Bps Lagi

“Sebagian besar peserta menilai bahwa kenaikan 50 basis poin kemungkinan akan terjadi pada beberapa pertemuan berikutnya,” kata the Federal Reserve.

EKONOMI | 26 Mei 2022


TAG POPULER

# BRI Majalengka


# Perumahan Pantai Mutiara


# UU PPP


# UAS


# Harga CPO


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Dari Covid-19 hingga Migor, Ini Sederetan Tugas "Menteri Serba Bisa" Luhut

Dari Covid-19 hingga Migor, Ini Sederetan Tugas "Menteri Serba Bisa" Luhut

NEWS | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings