ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bakauheni Harbour City Diyakini Dongkrak Bisnis Inti ASDP

Kamis, 16 Desember 2021 | 20:30 WIB
TD
FH
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: FER
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) berbincang dengan Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi saat meninjau pembangunan proyek Bakauheni Harbour City (BHC) di kawasan Menara Siger, Lampung, Sabtu, 16 Oktober 2021.
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) berbincang dengan Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi saat meninjau pembangunan proyek Bakauheni Harbour City (BHC) di kawasan Menara Siger, Lampung, Sabtu, 16 Oktober 2021. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) optimistis pengembangan Bakauheni Harbour City (BHC) mampu mendongkrak kinerja core business atau bisnis inti angkutan penyeberangan, khususnya di lintas Merak-Bakauheni.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, menjelaskan, BHC adalah aset ASDP yang dioptimalkan untuk dijadikan destinasi wisata baru. Proyek tersebut sudah dilakukan groundbreaking pada 27 Oktober 2021 dan telah dinyatakan sebagai salah satu proyek strategi nasional (PSN).

"Ini kawasan yang kita harapkan menjadi daya tarik wisata baru di bagian selatan Sumatera karena potensi alamnya bagus. Ini sudah ditetapkan menjadi PSN dan master plan-nya juga sudah jadi," terang Ira dalam media visit PT ASDP Indonesia Ferry ke Beritasatu Media Holdings secara daring, Kamis (16/12/2021).

Untuk tahap pertama pengembangan BHC, jelas Ira, disiapkan community and culture center. Di dalamnya mencakup Krakatau Park, renovasi Menara Siger, creative hub, housing development and entreprneurship, hingga masjid. BHC ini nantinya dikelola bukan oleh ASDP, melainkan oleh perusahaan hasil joint venture.

ADVERTISEMENT

Ira menegaskan, pengembangan BHC tidak bertolak belakang dengan inti bisnis ASDP yang berbasis pada angkutan penyeberangan. Menurut dia, BHC dapat saling melengkapi dan bahkan turut meningkatkan pergerakan angkutan penyeberangan dari Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya.

Selain itu, kian tersambungnya tol di Jawa dan Sumatera semakin membuat BHC kian menarik bagi masyarakat karena akan lebih mudah diakses melalui tol dan angkutan penyeberangan.

Pada tahun 2019, lanjut Ira, ASDP mencatat pergerakan penumpang yang menyeberang di lintas Merak-Bakauheni mencapai 20 juta orang.

"Bakauheni Harbour City justru akan menunjang bisnis penyeberangan kami. Kami harap kalau itu ada, maka mereka akan menyeberang dari Jawa untuk datang ke sana sehingga core bisnis kami penyeberangan akan mendapatkan kuenya dengan peningkatan minat orang menyeberang menuju destinasi wisata," jelas Ira.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry M Yusuf Hadi juga menegaskan, saat ini aset ASDP banyak terletak di bibir pantai dan di lokasi yang menarik sehingga berpotensi untuk dijadikan destinasi wisata.

"Kalau untuk memajukan pariwisata ada tiga hal, yakni aksesiblitas, amenitas, dan atraksi. kita punya aksesibiltasnya," papar Yusuf.

Lebih jauh, dia mengatakan, lahan yang dimanfaatkan tersebut pun berpotensi menaikkan pergerakan angkutan penyeberangan.

"Lahan itu untuk menaikkan traffic. Dengan side business kita justru memperkuat core business kita. Jadi masih pada core. Kalau traffic naik maka kapal feri dan pelabuhan ferinya ramai," ujar dia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon