ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Edukasi dan Literasi Media Cegah Disinfomasi pada Publik

Selasa, 28 Desember 2021 | 12:52 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Usman Kansong.
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Usman Kansong. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Usman Kansong mengatakan edukasi dan literasi media akan menciptakan komunikasi publik makin baik di tengah disinformasi di media sosial (medsos).

"Disinformasi marak di media sosial, dan Kemenkominfo bertugas sebagai leading sector menanggulangi berbagai disinformasi," tutur Usman dalam keterangan tertulisnya yang diterima Selasa (28/12/2021).

Dia mengatakan Kemenkominfo melakukan beberapa langkah untuk mengurangi atau mencegah disinformasi yakni edukasi atau literasi media. Menurutnya, literasi digital, untuk mencegah disinformasi sekaligus mengajak masyarakat mengisi ruang digital dan media dengan informasi baik. "Kami mengajak masyarakat untuk beretika dalam menggunakan media sosial," ujarnya.

Selain itu, menyampaikan digital skill untuk mengoperasikan teknologi dengan baik. Kemenkominfo kata dia, juga melakukan crawling informasi-informasi negatif di media sosial atau platfrom digital melalui perangkat untuk mengidentifikasi konten negatif. "Apakah itu konten pornografi, radikalisme, perjudian, ujaran kebencian, termasuk hoaks ataupun disinformasi," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Ada tim yang terus memantau media sosial, apakah ada konten negatif atau disinformasi, serta menerima laporan dari masyarakat apabila menemukan konten yang semacamnya. "Kami juga berkerja sama dengan Facebook, Google, Twitter, Tiktok, Instagram, dan platform media digital lainnya," kata Usman.

Menurut Usman, komunikasi publik di era reformasi mengalami transformasi besar dibandingkan pada masa Orde Baru. "Sebelumnya, tersentralisasi di Departemen Penerangan. Sekarang, di era reformasi lebih demokratis, komunikasi publik terdesentralisasi, terdistribusi atau terbagi-bagi, terserap di semua kementerian, lembaga, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah," kata dia.

Usman mengatakan, sepanjang 2021 Kemenkominfo berupaya mengomunikasikan kepada publik tentang berbagai hal, misalnya bagaimana menangkal misinformasi. "Di masa Covid-19 banyak misinformasi, disinformasi, malinformasi, dan hoax yang terkait Covid-19," lanjutnya.

Pada 2022, kata dia, pihaknya sudah merumuskan berbagai langkah dan supaya komunikasi publik yang dilakukan pemerintah lebih efektif. Misal kampanye mengajak masyarakat untuk divaksinasi, teruma lansia dan anak-anak.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bakom Gandeng Homeless Media sebagai Mitra Pemerintah

Bakom Gandeng Homeless Media sebagai Mitra Pemerintah

NASIONAL
Komdigi Jelaskan Alasan Video Presiden Prabowo Ditayangkan di Bioskop

Komdigi Jelaskan Alasan Video Presiden Prabowo Ditayangkan di Bioskop

EKONOMI
Waspada Hoaks, Ramzi Perkuat Literasi Media pada Kepala Desa Cianjur

Waspada Hoaks, Ramzi Perkuat Literasi Media pada Kepala Desa Cianjur

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon