Investor Masih Khawatir Soal Fiskal, Wall Street Melemah
Jumat, 14 Desember 2012 | 07:35 WIB
Indeks terus mengalami tekanan jual sehingga berada di wilayah negatif.
Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) pada perdagangan semalam (Jumat pagi WIB) ditutup melemah menyusul kekhawatiran investor pada fiscal cliff (jurang fiskal) akibat kurang bagusnya sejumlah data ekonomi pekerjaan, penjualan ritel dan inflasi.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 74,73 poin (0,56 persen) menjadi 13.170,72. Sementara S&P 500 melemah 9,03 poin (0,63 persen) menjadi 1.419,45, setelah enam hari berturut-turut menguat. Sementara indeks komposit Nasdaq turun 21,65 poin (0,72 persen) menjadi 2.992,16.
Dalam perdagangan kemarin, indeks terus mengalami tekanan jual sehingga berada di wilayah negatif. Pelemahan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran jurang fiskal dari kenaikan pajak dan pemotongan pengeluaran yang akan mulai berlaku 1 Januari.
Pelemahan tersebut ditengah positifnya data tunjangan pengangguran yang turun ke level terendah sejak Febuari 2008 sebesar 343.000 dari sebelumnya 370.000 serta penjualan ritel yang positif. Investor masih khawatir akan masalah jurang fiskal yang belum mencapai kesepakatan.
Apabila tidak ada kesepakatan kenaikan pajak dan pemotongan belanja akan dimulai tahun 2013 dan akan merugikan pertumbuhan ekonomi AS.
Penurunan lebih dalam akhirnya terselamatkan di akhir-akhir jam perdagangan, setelah Presiden Barack Obama dan Ketua DPR John Boehner dari Partai Republik akan bertemu di Gedung Putih dalam upaya memecahkan kebuntuan soal defisit anggaran.
Saham Sprint Nextel, operator nirkabel terbesar ketiga AS, melemah 0,4 persen setelah mengumumkan akan membeli saham yang dimiliki Clearwire. Adapun saham Clearwire justru naik 14,9 persen.
Saham Apple turun 1,7 persen setelah Google Maps kembali ke iPhone, yang memungkinkan pengguna mengganti program peta Apple yang kerap ditemui kesalahan. Adapun saham Google naik 0,7 persen.
Peritel elektronik yang sedang kesulitan Best Buy melonjak 15,9 persen. Pendiri Best Buy, Richard Schulze akan mengambil keputusan penting yang diharapkan mampu memberi sentimen posityif bagi perusahaan.
Sahan produsen Blackberry, Research in Motion naik 4,1 persen setelah lembaga Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS menguji BlackBerry 10 yang akan diluncurkan 30 Januari.
Saham Caterpillar naik 0,5 persen setelah mengumumkan, akan mempercepat pembayaran dividen menjadi bulan ini. Langkah yang diambil perusahaan ini untuk melindungi pemegang saham terhadap kenaikan pajak 2013.
Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) pada perdagangan semalam (Jumat pagi WIB) ditutup melemah menyusul kekhawatiran investor pada fiscal cliff (jurang fiskal) akibat kurang bagusnya sejumlah data ekonomi pekerjaan, penjualan ritel dan inflasi.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 74,73 poin (0,56 persen) menjadi 13.170,72. Sementara S&P 500 melemah 9,03 poin (0,63 persen) menjadi 1.419,45, setelah enam hari berturut-turut menguat. Sementara indeks komposit Nasdaq turun 21,65 poin (0,72 persen) menjadi 2.992,16.
Dalam perdagangan kemarin, indeks terus mengalami tekanan jual sehingga berada di wilayah negatif. Pelemahan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran jurang fiskal dari kenaikan pajak dan pemotongan pengeluaran yang akan mulai berlaku 1 Januari.
Pelemahan tersebut ditengah positifnya data tunjangan pengangguran yang turun ke level terendah sejak Febuari 2008 sebesar 343.000 dari sebelumnya 370.000 serta penjualan ritel yang positif. Investor masih khawatir akan masalah jurang fiskal yang belum mencapai kesepakatan.
Apabila tidak ada kesepakatan kenaikan pajak dan pemotongan belanja akan dimulai tahun 2013 dan akan merugikan pertumbuhan ekonomi AS.
Penurunan lebih dalam akhirnya terselamatkan di akhir-akhir jam perdagangan, setelah Presiden Barack Obama dan Ketua DPR John Boehner dari Partai Republik akan bertemu di Gedung Putih dalam upaya memecahkan kebuntuan soal defisit anggaran.
Saham Sprint Nextel, operator nirkabel terbesar ketiga AS, melemah 0,4 persen setelah mengumumkan akan membeli saham yang dimiliki Clearwire. Adapun saham Clearwire justru naik 14,9 persen.
Saham Apple turun 1,7 persen setelah Google Maps kembali ke iPhone, yang memungkinkan pengguna mengganti program peta Apple yang kerap ditemui kesalahan. Adapun saham Google naik 0,7 persen.
Peritel elektronik yang sedang kesulitan Best Buy melonjak 15,9 persen. Pendiri Best Buy, Richard Schulze akan mengambil keputusan penting yang diharapkan mampu memberi sentimen posityif bagi perusahaan.
Sahan produsen Blackberry, Research in Motion naik 4,1 persen setelah lembaga Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS menguji BlackBerry 10 yang akan diluncurkan 30 Januari.
Saham Caterpillar naik 0,5 persen setelah mengumumkan, akan mempercepat pembayaran dividen menjadi bulan ini. Langkah yang diambil perusahaan ini untuk melindungi pemegang saham terhadap kenaikan pajak 2013.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




