Keluar dari LQ45, Ini Respons AKR Corporindo
Jumat, 28 Januari 2022 | 11:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Berdasarkan indeks LQ45 untuk periode Feb-22 Juli 22, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang merupakan konstituen saham LQ45 sejak Januari 2012 tidak lagi menjadi bagian dari indeks tersebut. Pihak direksi pun memberikan klarifikasi mengenai hal tersebut. Apa saja klarifikasinya?
Direktur & Sekretaris Perusahaan AKR Corporindo (AKRA) Suresh Vembu mengatakan indeks LQ45 mengukur kinerja harga saham dari 45 saham teratas yang didasarkan pada tinjauan berkala Perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar, volume dan frekuensi perdagangan serta fundamental yang baik. Manajemen AKR berasumsi bahwa pemeringkatan dan tidak dimasukkannya AKRA pada LQ45 periode berikutnya dapat disebabkan oleh frekuensi, volume perdagangan saham. "Kami sangat yakin bahwa fundamental bisnis AKRA tetap kuat," tegasnya dalam keterangan pers, Jumat (28/1/2022).
Suresh menambahkan perusahaan telah mencapai pertumbuhan laba yang berkelanjutan dan mempertahankan posisi keuangan yang kuat dengan gearing yang rendah, saldo kas dan basis aset dengan likuiditas yang kuat. Untuk menjangkau partisipasi investor ritel yang lebih besar, Perseroan telah melakukan stock split dengan rasio 1:5 untuk meningkatkan jumlah saham dan juga membuat harga saham lebih menarik bagi investor ritel khususnya Milenial. Stock split pun telah berlaku mulai 12 Januari 2022.
Baca Juga: AKRA Targetkan Pendapatan 2022 Tumbuh hingga 25%
Menurut Suresh, AKRA selama 2 tahun keuangan terakhir (2020-2021) telah menghasilkan pertumbuhan laba dua digit meskipun Pandemi global telah menyebabkan gangguan dan penurunan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Sesuai perkiraan awal pendapatan AKRA dan pertumbuhan laba pada tahun 2021 diharapkan berada di double digit. "Kami memiliki arus kas yang kuat didukung oleh kinerja yang baik di semua segmen bisnis," paparnya.
Tata kelola Perusahaan AKR diakui dan diapresiasi dengan baik oleh para pemangku kepentingan; Perseroan telah menerapkan praktik-praktik ESG terbaik yang terus mendapatkan apresiasi dengan induksi AKRA ke Indeks-Indeks ESG utama seperti IDX Kehati dan ESG Quality 45, IDX Kehati, Indeks Sri Kehati, Indeks Leaders ESG sejak Desember 2020. BEI dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) telah menampilkan AKRA sebagai salah satu dari Tujuh Perusahaan Tercatat Bintang ESG. Sementara itu, skor ESG kami menunjukkan peningkatan yang stabil dari berbagai lembaga pemeringkat internasional seperti Sustainalytics dan ISS.
Leih lanjut Suresh mengatakan AKRA tetap yakin dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan yang sama pada tahun 2022. Hal ini didasarkan pada permintaan bahan kimia dasar dan Energi yang lebih tinggi didorong oleh pertumbuhan PDB yang lebih tinggi. Ditambah, permintaan bahan kimia dan energi dari smelter sejalan dengan dorongan Indonesia mengadopsi nilai tambah bahan baku mineral secara agresif. Serta, meningkatnya minat calon investor di KEK Java Integrated Industrial and Port Estate( JIIPE).
"Manajemen AKR selalu siap untuk mendiskusikan kinerja, pandangan, dan masalah apa pun yang terkait dengan bisnis kami," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




