Rilis
14 Perusahaan Indonesia Ramaikan India-ASEAN Business Fair
Rabu, 19 Desember 2012 | 12:30 WIB
Sejumlah produk-produk andalan Indonesia dipromosikan di ajang tersebut.
Sebanyak 14 perusahaan Indonesia berpartisipasi dalam pameran yang digelar oleh The Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry pada 18-20 Desember 2012.
Untuk itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menghadiri India-ASEAN Business Fair (IABF) dan Business Conclave (BF) yang ke-2 di New Delhi, India, Selasa (18/12).
"Promosi perdagangan antara Indonesia dan India perlu lebih diintensifkan lagi mengingat kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan hingga US$45 miliar pada tahun 2015," ujar Mendag dalam rilisnya, Rabu (19/12).
"Kami berharap keikutsertaan Indonesia dalam IABF dapat menjadi langkah
konkret untuk mengembangkan hubungan business to business (B to B) kedua negara," ujar Gita.
Perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam IABF menempati Paviliun Indonesia seluas 198 m2. Berlokasi strategis di dekat salah satu pintu masuk area pameran.
Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Gajah Tunggal, Indo Java Mebel, Garuda Polyflex Foods Pvt, Bali Sarong, PT Rovega Kirana Indonesia, PT Multi Star Indonesia, Rumah Mekar, PT Inbisco, Orchard Collection, PT Indofood CBP Sukses Makmur, PT Erlangga Bina Niaga Harmonia, PT Sarinah, PT Aksara Kencana Putra, Asiamoon dan instansi terkait lainnya, seperti Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Paviliun Indonesia menampilkan berbagai produk unggulan Indonesia, antara lain ban mobil, furnitur kayu dan rotan, garmen, plastik, bumbu rempah (kayu manis, gambir, pala), minyak atsiri, kerajinan tangan dan dekorasi rumah, serta makanan (mie instan, madu segar, permen, camilan).
Selain itu, di Paviliun Indonesia juga akan diadakan demonstrasi masak mie instan oleh Indofood.
Selain Indonesia, negara anggota ASEAN lainnya juga turut berpartisipasi dalam IABF 2012.
Tahun ini, pameran difokuskan pada sektor otomotif, listrik, bioteknologi, farmasi, plastik dan turunannya, infrastruktur dan konstruksi, perhiasan, produk pertanian, makanan olahan, tekstil, kerajinan tangan, serta sektor jasa (Informasi Teknologi, pariwisata).
Selama pameran juga akan digelar kegiatan business conclave atau pertemuan bisnis tertutup antara penjual dan pembeli (B to B).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi Bustami
menanggapi keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini sebagai upaya untuk
mengantisipasi situasi ekonomi yang memburuk di Eropa Barat dan Amerika Serikat.
"IABF dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk Indonesia ke India dan negara anggota ASEAN lainnya. Mudah-mudahan ke depan, ekspor produk dan jasa Indonesia ke negara-negara ini dapat meningkat pesat," jelasnya.
Selain mengunjungi Paviliun Indonesia di IABF, Mendag Gita Wirjawan juga menjadi salah satu pembicara dalam agenda Interactive Ministerial Session.
Mendag berharap agar IABF dan Business Conclave yang dirangkai dengan ASEAN-India Commemorative Summit dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia.
Nilai perdagangan Indonesia-India beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang pesat. Tren nilai perdagangan kedua negara pada periode 2007-2011 sebesar 25,29%. Nilainya meningkat signifikan dari US$6,5 miliar pada tahun 2007 menjadi US$17,7 miliar pada tahun 2011.
Dalam hal ini, Indonesia mengalami surplus hingga US$9 miliar pada tahun 2011. India merupakan mitra dagang terbesar ke-4 bagi Indonesia setelah China, Jepang, dan Amerika Serikat.
Sebanyak 14 perusahaan Indonesia berpartisipasi dalam pameran yang digelar oleh The Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry pada 18-20 Desember 2012.
Untuk itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menghadiri India-ASEAN Business Fair (IABF) dan Business Conclave (BF) yang ke-2 di New Delhi, India, Selasa (18/12).
"Promosi perdagangan antara Indonesia dan India perlu lebih diintensifkan lagi mengingat kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan hingga US$45 miliar pada tahun 2015," ujar Mendag dalam rilisnya, Rabu (19/12).
"Kami berharap keikutsertaan Indonesia dalam IABF dapat menjadi langkah
konkret untuk mengembangkan hubungan business to business (B to B) kedua negara," ujar Gita.
Perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam IABF menempati Paviliun Indonesia seluas 198 m2. Berlokasi strategis di dekat salah satu pintu masuk area pameran.
Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Gajah Tunggal, Indo Java Mebel, Garuda Polyflex Foods Pvt, Bali Sarong, PT Rovega Kirana Indonesia, PT Multi Star Indonesia, Rumah Mekar, PT Inbisco, Orchard Collection, PT Indofood CBP Sukses Makmur, PT Erlangga Bina Niaga Harmonia, PT Sarinah, PT Aksara Kencana Putra, Asiamoon dan instansi terkait lainnya, seperti Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Paviliun Indonesia menampilkan berbagai produk unggulan Indonesia, antara lain ban mobil, furnitur kayu dan rotan, garmen, plastik, bumbu rempah (kayu manis, gambir, pala), minyak atsiri, kerajinan tangan dan dekorasi rumah, serta makanan (mie instan, madu segar, permen, camilan).
Selain itu, di Paviliun Indonesia juga akan diadakan demonstrasi masak mie instan oleh Indofood.
Selain Indonesia, negara anggota ASEAN lainnya juga turut berpartisipasi dalam IABF 2012.
Tahun ini, pameran difokuskan pada sektor otomotif, listrik, bioteknologi, farmasi, plastik dan turunannya, infrastruktur dan konstruksi, perhiasan, produk pertanian, makanan olahan, tekstil, kerajinan tangan, serta sektor jasa (Informasi Teknologi, pariwisata).
Selama pameran juga akan digelar kegiatan business conclave atau pertemuan bisnis tertutup antara penjual dan pembeli (B to B).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi Bustami
menanggapi keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini sebagai upaya untuk
mengantisipasi situasi ekonomi yang memburuk di Eropa Barat dan Amerika Serikat.
"IABF dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk Indonesia ke India dan negara anggota ASEAN lainnya. Mudah-mudahan ke depan, ekspor produk dan jasa Indonesia ke negara-negara ini dapat meningkat pesat," jelasnya.
Selain mengunjungi Paviliun Indonesia di IABF, Mendag Gita Wirjawan juga menjadi salah satu pembicara dalam agenda Interactive Ministerial Session.
Mendag berharap agar IABF dan Business Conclave yang dirangkai dengan ASEAN-India Commemorative Summit dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia.
Nilai perdagangan Indonesia-India beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang pesat. Tren nilai perdagangan kedua negara pada periode 2007-2011 sebesar 25,29%. Nilainya meningkat signifikan dari US$6,5 miliar pada tahun 2007 menjadi US$17,7 miliar pada tahun 2011.
Dalam hal ini, Indonesia mengalami surplus hingga US$9 miliar pada tahun 2011. India merupakan mitra dagang terbesar ke-4 bagi Indonesia setelah China, Jepang, dan Amerika Serikat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




