Sektor Properti Pulih, LPKR Siap Tancap Gas pada 2022
Jumat, 4 Februari 2022 | 12:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– Seiring pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan meningkatnya permintaan yang tertahan selama pandemi Covid-19, sektor properti pada tahun ini dinilai akan terdongkrak. Selain itu, insentif dari pemerintah ikut menyokong geliat sektor tersebut. Hal itu tercermin pada kinerja emiten sektor properti seperti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Perusahaan di bawah bendera Lippo Group itu, berdasarkan konsensus analis di Bloomberg, akan membukukan peningkatan pendapatan menjadi Rp 14,93 triliun pada tahun ini.
"Estimasi pendapatan naik dari proyeksi pendapatan pada tahun lalu sebesar Rp 13,82 triliun, dan realisasi pada 2020 senilai Rp 11,96 triliun," kata Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa di Jakarta, Jumat (4/2/2022).
Lebih jauh, konsensus analis tersebut menyepakati bahwa LPKR mampu membukukan EBITDA sebesar Rp 3,78 triliun, dengan laba bersih Rp 75,96 miliar pada 2022. Indikator lainnya, adalah kemampuan LPKR mencetak pendapatan.
Pada tahun ini, ungkapnya, LPKR diprediksi mampu menumbuhkan pendapatan hingga Rp 17,1 triliun tahun ini, dengan pereolehan laba bersih Rp 233 miliar.
Baca Juga: Insentif PPN DTP Diperpanjang, LPKR Siap Luncurkan Cendana Cove Verdant
CEO LPKR John Riady membenarkan banyak faktor yang mendorong kinerja moncer sektor properti. Dia mengungkapkan kinerja perekonomian nasional yang mulai pulih sejak akhir tahun lalu perlahan mengerek kinerja sektor properti, melanjutkan tren perbaikan pada 2022.
Menurutnya, melesatnya sektor komoditas seperti sawit dan batu bara yang terjadi pada tahun lalu, segera akan melecut sektor konsumsi lainnya. "Secara alamiah, permintaan properti masih sangat tinggi. Untuk hunian saja, kepemilikan di DKI Jakarta hanya 46%. Apalagi Indonesia sudah masuk dalam negara dengan PDB di atas level US$ 3.500, yang memungkinkan peningkatan kepemilikan hunian," ungkapnya.
Karena itu, John mengungkapkan LPKR optimistis kembali meningkatkan kinerja binis properti pada tahun ini. LPKR menargetkan pra-penjualan pada 2022 akan mencapai Rp 5,2 triliun, naik 5% dari realisasi tahun lalu Rp 4,96 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




