Rosan Kecewa dengan Putusan Discourse Bumi Plc
Kamis, 20 Desember 2012 | 11:57 WIB
Sinergi atau kolaborasi Recapital untuk kepentingan BRAU dengan pihak luar dikatakan selalu dilakukan secara transparan, diaudit oleh auditor internasional
Rosan P. Roeslani sayang menyayangkan adanya putusan United Kingdom Take Over Panel (TOP) mengenai Recapital, yang dikategorikan sebagai "concerted party". Selama ini posisi perusahaan sebagai Non-Independent, Non Executive Director di Bumi Plc adalah untuk mewakili Grup Recapital dalam kaitannya dengan kepentingan PT Berau Coal Energy Tbk ("BRAU") yang dikelola secara independen dan profesional sebagai perusahaan publik.
"Keberadaan saya di Dewan Direksi ("Board") Bumi Plc justru untuk menjaga independensi dan profesionalisme tersebut sehingga pengelolaan BRAU tidak akan dipengaruhi pihak-pihak atau nilai-nilai lain yang bertentangan dengan visi, misi dan kepentingan pemegang saham perseroan sebagai perusahaan nasional terkemuka di Indonesia.," tutur Rosan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/12).
Sinergi atau kolaborasi Recapital untuk kepentingan BRAU dengan pihak luar dikatakan selalu dilakukan secara transparan, diaudit oleh auditor internasional (dalam hal ini PricewaterhouseCoopers - PwC) dan dengan persetujuan rapat umum pemegang saham. Tata kelola dan nilai-nilai yang diterapkan di BRAU juga diakui telah sesuai dengan prinsip tata kelola dan nilai-nilai yang sama yang diterapkan di seluruh Grup Recapital sebagai pemegang saham dan pengelola BRAU.
"Dengan demikian sekali lagi kami sangat menyesalkan putusan TOP yang di luar dugaan. Namun, kami meyakini secara positif bahwa banyak faktor lain di luar kendali kami yang mendasari putusan TOP tersebut. Untuk itu kami memutuskan untuk tidak melakukan banding dan menghormati putusan TOP," lanjut Rosan.
Pihaknya juga mengeluhkan terlalu banyaknya waktu yang terbuang selama beberapa bulan terakhir untuk mengurusi "isu-isu" di media massa dan di pasar sehingga sehingga sangat tidak produktif untuk pertumbuhan BRAU, bagi jutaan stakeholders Perseroan dan juga bagi Grup Recapital.
Dengan dasar pertimbangan pihaknya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Board Bumi Plc agar bisa berkonsentrasi penuh kepada mandat kami sebagai Presiden Direktur PT Berau Coal Energy Tbk.
"Keputusan ini juga saya ambil demi kepentingan manajemen Bumi Plc agar bisa segera menemukan solusi yang terbaik bagi kepentingan seluruh pemegang saham. Pertama, bahwa Indonesia terbukti memilki aset-aset yang begitu bernilai sampai menjadi perhatian, bahkan diperebutkan secara maskimal oleh investor di seluruh dunia. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, adalah kewajiban kita untuk melindungi dan mengelola aset-aset tersebut dengan sebaik-baiknya, untuk sebesar-sebesarnya kemakmuran bangsa," tegasnya.
Rosan P. Roeslani sayang menyayangkan adanya putusan United Kingdom Take Over Panel (TOP) mengenai Recapital, yang dikategorikan sebagai "concerted party". Selama ini posisi perusahaan sebagai Non-Independent, Non Executive Director di Bumi Plc adalah untuk mewakili Grup Recapital dalam kaitannya dengan kepentingan PT Berau Coal Energy Tbk ("BRAU") yang dikelola secara independen dan profesional sebagai perusahaan publik.
"Keberadaan saya di Dewan Direksi ("Board") Bumi Plc justru untuk menjaga independensi dan profesionalisme tersebut sehingga pengelolaan BRAU tidak akan dipengaruhi pihak-pihak atau nilai-nilai lain yang bertentangan dengan visi, misi dan kepentingan pemegang saham perseroan sebagai perusahaan nasional terkemuka di Indonesia.," tutur Rosan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/12).
Sinergi atau kolaborasi Recapital untuk kepentingan BRAU dengan pihak luar dikatakan selalu dilakukan secara transparan, diaudit oleh auditor internasional (dalam hal ini PricewaterhouseCoopers - PwC) dan dengan persetujuan rapat umum pemegang saham. Tata kelola dan nilai-nilai yang diterapkan di BRAU juga diakui telah sesuai dengan prinsip tata kelola dan nilai-nilai yang sama yang diterapkan di seluruh Grup Recapital sebagai pemegang saham dan pengelola BRAU.
"Dengan demikian sekali lagi kami sangat menyesalkan putusan TOP yang di luar dugaan. Namun, kami meyakini secara positif bahwa banyak faktor lain di luar kendali kami yang mendasari putusan TOP tersebut. Untuk itu kami memutuskan untuk tidak melakukan banding dan menghormati putusan TOP," lanjut Rosan.
Pihaknya juga mengeluhkan terlalu banyaknya waktu yang terbuang selama beberapa bulan terakhir untuk mengurusi "isu-isu" di media massa dan di pasar sehingga sehingga sangat tidak produktif untuk pertumbuhan BRAU, bagi jutaan stakeholders Perseroan dan juga bagi Grup Recapital.
Dengan dasar pertimbangan pihaknya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Board Bumi Plc agar bisa berkonsentrasi penuh kepada mandat kami sebagai Presiden Direktur PT Berau Coal Energy Tbk.
"Keputusan ini juga saya ambil demi kepentingan manajemen Bumi Plc agar bisa segera menemukan solusi yang terbaik bagi kepentingan seluruh pemegang saham. Pertama, bahwa Indonesia terbukti memilki aset-aset yang begitu bernilai sampai menjadi perhatian, bahkan diperebutkan secara maskimal oleh investor di seluruh dunia. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, adalah kewajiban kita untuk melindungi dan mengelola aset-aset tersebut dengan sebaik-baiknya, untuk sebesar-sebesarnya kemakmuran bangsa," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




