ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Stabilitas Kecepatan Internet, Fokus Pelanggan Fixed Broadband

Jumat, 11 Februari 2022 | 13:55 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ilustrasi pengguna internet.
Ilustrasi pengguna internet. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Problem kecepatan internet masih banyak dikeluhkan para pelanggan fixed broadband di Indonesia. Mereka merasa belum puas lantaran sering terjadi ketidakstabilan koneksi internet.

General Manager Enciety Business Consult Don Rozano mengatakan, ketidakstabilan koneksi internet ini dirasakan sangat menganggu kegiatan masyarakat yang berlangganan internet.

"Terlebih di masa pandemi covid-19, internet sudah menjadi kebutuhan pokok, di mana masyarakat selalu terkoneksi dengan internet," kata Don Rozano dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (11/2/2022).

Baca Juga: Infrastruktur Fondasi Utama Pemerataan Akses Internet

ADVERTISEMENT

Menurut Don, semua aktivitas selama pandemi covid-19 harus dilakukan di rumah, mulai dari belajar, menikmati hiburan, bekerja, dan berbelanja. Internet pun menjadi makin penting perannya dalam keseharian.

"Begitu pula jenis penggunaan akses internet sekarang juga makin berkembang, mulai media sosial, browsing, instant messaging, e-mail, hingga audio streaming, video streaming, online game, download dan upload file, dan masih banyak lagi," paparnya.

Fakta ini, lanjut dia, menyebabkan banyak orang mencari fixed broadband yang bisa memenuhi kebutuhannya. "Salah satunya memilih fixed broadband yang paling kecil tingkat ketidakstabilannya," imbuhnya.

Baca Juga: Penetrasi Fixed Broadband di Indonesia Masih Rendah

Berdasarkan hasil speedtest yang dilakukan rutin setiap bulan oleh Enciety Business Consult terhadap 9 merek fixed broadband di Indonesia menunjukkan, kecepatan Biznet pada Desember 2021 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya

Pada pelanggan 75 Mbps kecepatan upload dan download pada November 2021, masing-masing tercatat 27,60 Mbps dan 35,28 Mbps. Terjadi penurunan kecepatan pada Desember 2021 menjadi 23,20 Mbps untuk upload dan 30,60 Mbps untuk download.

Akhir tahun lalu, penurunan kecepatan juga terjadi pada MyRepublic, khususnya untuk upload (dari 12,42 Mbps menjadi 12,35 Mbps). Meski begitu, penurunan pada MyRepublic tidak sebesar seperti yang terjadi pada Biznet. Sementara kecepatan download My Republic mengalami kenaikan dari 36,04 Mbps menjadi 37,95 Mbps.

Baca Juga: Telkom Luncurkan Versi Terkini myIndiHome

Hasil berbeda terjadi justru pada IndiHome, di mana kecepatan upload dan download pada pelanggan 20 Mbps mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada November 2021, kecepatan upload IndiHome tercatat sebesar 7,24 Mbps dan download 20,69. Sedangkan pada Desember 2021, mengalami kenaikan di mana kecepatan upload IndiHome menjadi 7,69 Mbps dan download 21,43 Mbps.

Dengan kecepatan tersebut, rasio kecepatan upload:download Biznet saat ini 1:1. Sedangkan MyRepublic dan IndiHome tercatat sama-sama memiliki rasio 1:3.

Baca Juga: Layanan Biznet Wifi Hadir di 22 Kota

Greget untuk terus memenuhi ekspektasi pelanggan tampaknya terus dilakukan IndiHome. Tren rasio upload:download IndiHome menunjukkan perbaikan bila dibandingkan enam bulan lalu, yang memiliki rasio kecepatan sebesar 1:5.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perkuat Internet di Miangas, Pemerintah Kirim Starlink dan BTS

Perkuat Internet di Miangas, Pemerintah Kirim Starlink dan BTS

OTOTEKNO
Internet di Bali Ngebut, Lampaui Rata-rata Nasional

Internet di Bali Ngebut, Lampaui Rata-rata Nasional

BALI
Diserang AS-Israel, Iran Blokir Internet Global

Diserang AS-Israel, Iran Blokir Internet Global

INTERNASIONAL
Internet Rakyat Tahap 3 Dimulai, Modem Dikirim hingga Juni 2026

Internet Rakyat Tahap 3 Dimulai, Modem Dikirim hingga Juni 2026

NASIONAL
SATRIA-1 Jadi Tulang Punggung Internet di Wilayah Terluar Indonesia

SATRIA-1 Jadi Tulang Punggung Internet di Wilayah Terluar Indonesia

MULTIMEDIA
Menkomdigi Janji 2.500 Desa Terhubung Internet pada 2026

Menkomdigi Janji 2.500 Desa Terhubung Internet pada 2026

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon