ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Merosot Tertekan Kekhawatiran Jurang Fiskal

Sabtu, 22 Desember 2012 | 06:25 WIB
AH
FH
Penulis: Antara/ Murizal Hamzah | Editor: FER
Wall Street
Wall Street (Suara Pembaruan)
Saham pembuat BlackBerry, Research In Motion terpukul karena investor khawatir.

Bursa saham Wall Street berakhir merosot pada Jumat (Sabtu pagi WIB), di tengah tidak adanya kesepatakan untuk menghindari krisis "jurang fiskal" hanya beberapa hari sebelum tenggat waktu.

Indeks Dow Jones Industrial Average mengakhiri sesi turun 120,88 poin atau 0,91 persen menjadi 13.190,84.

Pasar lebih luas, indeks S&P 500, turun 13,54 poin atau 0,94 persen menjadi 1.430,15, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq melemah 29,38 poin atau 0,96 persen menjadi 3.021,01.

Washington telah sampai pada akhir tahun untuk menghentikan Amerika Serikat dari terjadinya apa yang disebut jurang fiskal, campuran kenaikan pajak dan pemotongan pengeluaran yang menurut para ahli bisa menyeret perekonomian terbesar dunia itu ke dalam resesi, jika mulai berlaku pada 1 Januari.

Sebuah rencana Partai Republik untuk membiarkan keringanan pajak berakhir bagi para jutawan AS runtuh pada Kamis malam, setelah gagal mendapatkan dukungan partai yang cukup, meninggalkan pembicaraan tidak menentu.

Pemimpin Republik mengatakan mereka tidak berjalan jauh dari pembicaraan, tetapi kompromi tetap sulit dipahami.

Pembatalan pemungutan suara pada rencana Partai Republik di DPR karena kurangnya dukungan "memberikan bagian terbesar dari sentimen negatif, sekalipun Ketua DPR (John) Boehner meninggalkan pintu terbuka untuk negosiasi lebih lanjut dengan Presiden Obama," kata analis Charles Schwab.

Kekhawatiran tentang "jurang fiskal" tampak membayangi data ekonomi positif, termasuk kenaikan belanja konsumen, pendorong utama ekonomi AS.

Pengeluaran pribadi naik 0,4 persen, sementara pendapatan pribadi naik 0,6 persen, Departemen Perdagangan mengatakan.

Sementara itu, data terbaru tentang pesanan baru untuk barang manufaktur tahan lama, menunjukkan indikator ini naik 0,7 persen.

Saham pembuat BlackBerry, Research In Motion terpukul karena investor khawatir bahwa platform telepon pintar barunya akan mempertipis jajaran pembayaran untuk layanannya. RIM tenggelam 22,7 persen.

Saham lainnya dalam fokus termasuk konglomerat media massa News Corp, yang mengatakan pihaknya telah mengajukan dokumen kepada regulator AS tentang rincian pemecahan perusahaannya menjadi dua perusahaan independen. News Corp. kehilangan 1,9 persen.

Investor juga mengamati General Electric, turun 0,8 persen, yang mengumumkan akan membeli kegiatan penerbangan dari pembuat mesin Avio Italia senilai 4,3 miliar dolar AS.

ConocoPhillips merosot 1,1 persen. Pada Kamis malam, raksasa energi yang berbasis di Houston ini mengatakan, telah setuju untuk menjual operasinya Nigeria kepada Oando, sebuah grup Afrika yang sedang berkembang senilai 1,79 miliar dolar AS.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi negara 10-tahun AS turun menjadi 1,75 persen dari 1,80 persen pada Kamis, sedangkan pada obligasi 30-tahun menyusut menjadi 2,92 persen dari 2,98 persen.

Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon