Harga Minyak Mentah Terkoreksi 12% Berkat Irak dan UEA
Kamis, 10 Maret 2022 | 08:07 WIB
Texas, Beritasatu.com - Harga minyak mentah turun secara tiba-tiba pada hari Rabu (9/3/2022), setelah sempat menembus US$ 130 di sesi sebelumnya akibat embargo barat terhadap impor energi dari Rusia.
Harga minyak turun tajam di perdagangan sore, memberikan dorongan ekstra pada saham. Minyak mentah WTI jatuh lebih dari 12%, atau $15, menjadi $108,7 per barel, penurunan terbesar sejak 26 November. Sementara itu, minyak mentah Brent, patokan internasional, turun 13%, atau $16,8 menjadi $111,1, penurunan terbesar sejak April 2020.
Baca Juga: AS Bakal Setop Impor Energi Rusia, Harga Minyak Mentah Tembus Rekor
Penurunan harga minyak terjadi di tengah indikasi AS mendorong lebih banyak produksi minyak dari sumber lain. Reuters melaporkan bahwa Irak mengatakan dapat meningkatkan produksi jika OPEC+ meminta. Menteri Luar Negeri Antony Blinken juga mengisyaratkan bahwa UEA akan mendukung peningkatan produksi oleh OPEC+.
Pekan lalu, Badan Energi Internasional (IEA) merilis 60 juta barel cadangan minyak untuk mengompensasi gangguan pasokan setelah invasi Rusia, dan badan tersebut menyebut langkah itu sebagai "tanggapan awal" dan mengatakan lebih banyak lagi yang bisa dikeluarkan jika diperlukan.
Namun, harga minyak telah melonjak bulan ini dengan minyak mentah WTI naik sekitar 15% karena Rusia, pengekspor minyak mentah terbesar kedua di dunia, menyerbu Ukraina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




