Pertama Sejak 2018, Akhirnya Fed Naikkan Suku Bunga Acuan
Kamis, 17 Maret 2022 | 07:12 WIB
Washington, Beritasatu.com- Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) pada Rabu (16/3/2022) waktu AS menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2018 dalam rangka menekan inflasi AS tertinggi dalam 4 dekade.
"Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga lebih luas," kata The Fed dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan kebijakan 2 hari.
Fed juga melihat krisis Ukraina dan peristiwa terkait kemungkinan akan "menciptakan tekanan tambahan" pada inflasi dan membebani kegiatan ekonomi.
Baca Juga: Pekan Ini, Fokus Pasar Tertuju pada the Federal Reserve
Bank sentral memutuskan menaikkan kisaran target suku bunga dana federal sebesar 0,25 poin persentase dan mengantisipasi bahwa kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target akan sesuai.
Selain itu, bank sentral mengharapkan mulai mengurangi kepemilikan surat berharga AS.
Kisaran target suku bunga dana federal sebelumnya ditetapkan mendekati nol pada Maret 2020 untuk merangsang ekonomi AS pada awal pandemi Covid-19.
Saat pandemi, The Fed juga memulai program pembelian obligasi untuk menopang pasar dan mengurangi biaya pinjaman jangka panjang. Sekarang neraca The Fed telah membengkak menjadi hampir US$ 9 triliun dari sekitar US$ 4,5 triliun pada 2 tahun lalu.
Dengan inflasi AS mencapai level tertinggi 40 tahun dan jauh di atas target bank sentral sebesar 2%, banyak pejabat Fed telah menyatakan dalam beberapa bulan terakhir bahwa mereka akan mendukung rencana memulai serangkaian kenaikan suku bunga dan mengurangi neraca tahun ini dalam upaya mendinginkan ekonomi yang terlalu panas.
Indeks harga konsumen (IHK) bulan lalu melonjak 7,9% dari tahun sebelumnya, pertumbuhan 12 bulan terbesar sejak periode yang berakhir Januari 1982, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.
Baca Juga: Harga Emas Stabil Setelah Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Melemah
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan Fed, pada Rabu (16/3/2022) menyetujui kenaikan suku bunga dengan suara 8 banding 1. Presiden Bank Federal Reserve St. Louis James Bullard tidak setuju dalam mendukung peningkatan setengah poin persentase yang lebih besar.
Proyeksi ekonomi triwulanan The Fed yang dirilis Rabu (16/3/2022) menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Fed memperkirakan suku bunga dana federal akan naik menjadi 1,9% pada akhir tahun ini dan sekitar 2,8% pada akhir 2023. Itu menyiratkan total tujuh kenaikan suku bunga seperempat persentase poin tahun ini dan tiga atau empat tahun depan.
Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan pihaknya merasa ekonomi sangat kuat dan berada pada posisi yang baik untuk menahan kebijakan moneter yang lebih ketat. "Jika kami menyimpulkan bahwa akan lebih tepat untuk bergerak lebih cepat," katanya.
Ditanya kapan inflasi AS akan turun, Powell memperkirakan inflasi tetap tinggi hingga pertengahan tahun, dan mulai turun tajam tahun depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




