BI Proyeksi The Federal Reserve Naikkan Suku Bunga 7 Kali
Kamis, 17 Maret 2022 | 16:25 WIB
Kenaikan tersebut, lanjut Perry, dilakukan untuk merespons percepatan pemulihan ekonomi AS dan melonjaknya tingkat inflasi akibat kenaikan harga energi.
Alhasil kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps turut berimplikasi pada kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dari yang semula 1,3% hingga saat ini di posisi 2,13%. Bahkan lonjakan yield dinilainya masih berpotensi terjadi di tahun depan.
"Sekarang yield US Treasury juga sudah mengalami kenaikan. Dulunya 1,3% kemudian naik 1,9% kemungkinan bisa naik 2,1% mungkin setahun lagi bisa naik di posisi 2,3%" tuturnya.
Baca Juga: Bank Indonesia Masih Tahan BI Rate di 3,5%
Selain kenaikan yield US Treasury, kenaikan suku bunga The Fed juga akan ditransmisikan pada tingkat imbal hasil surat utang pemerintah tenor 10 tahun yang saat ini sudah berada di level 6,7%.
Oleh karena itu ia memastikan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait yield SBN.
"Kami terus koordinasi dengan Kementerian Keuangan, terkait yield SBN. Karena jika US Treasury naik, maka secara natural yield SBN akan alami kenaikan sebab mekanisme pasar dalam lelang pasar perdana bawa ke situ. Ini respon yang telah dan sedang akan dilakukan," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




