Kepercayaan Konsumen Masih Kuat
Kamis, 3 Januari 2013 | 21:20 WIB
Kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pangan semakin berkurang.
Danareksa Research Institute mencatat indeks kepercayaan konsumen (IKK) pada Desember 2012 mengalami penurunan hanya sebesar 0,1 persen menjadi 94,6.
Kendati turun tipis, angka kepercayaan konsumen tersebut masih berada pada level yang tinggi.
Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, indeks kepercayaan konsumen pada Desember 2012 hanya mengalami penurunan sebesar 0,1 persen dari 94,7 menjadi 94,6.
Angka tersebut menurut Purbaya masih berada pada level tinggi yang disebabkan meningkatnya penilaian masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini dan meningkatnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi nasional dalam enam bulan mendatang.
"Selain itu, menurut survei terakhir, kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pangan semakin berkurang. Pada bulan Desember, konsumen yang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kenaikan harga bahan pangan turun dari 67,2 persen pada bulan November menjadi 63,7 persen," ujar Purbaya dalam siaran pers yang dikutip Investor Daily, Kamis (3/1).
Purbaya menjelaskan, dari kedua komponen utama yang membentuk IKK pada bulan Desember, komponen yang menunjukkan keadaan saat ini yakni Indeks Situasi Sekarang (ISS) turun sebesar 1,2 persen menjadi 77,7. Penyebabnya, penilaian konsumen yang lebih buruk terhadap keadaan ekonomi nasional dan ekonomi lokal saat ini.
Sementara itu, komponen IKK lainnya yang menunjukkan keadaan masa depan, yakni Indeks Ekspektasi (IE), masih mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen menjadi 107,2 pada bulan Desember.
"Ini berarti optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang semakin meningkat," jelas dia.
Seiring meningkatnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang, menurut Purbaya, rencana konsumen membeli barang-barang tahan lama juga mengalami peningkatan pada bulan Desember.
Berdasarkan hasil survei terakhir, menurut dia, sekitar 36,1 persen konsumen yang disurvei berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang, naik dari 35,8 persen pada bulan November.
"Level pada bulan Desember ini merupakan level tertinggi dalam enam bulan terakhir," terang dia.
Pada survei bulan Desember, menurut Purbaya, konsumen juga merasa yakin bahwa tekanan inflasi akan sedikit menurun dalam enam bulan mendatang. Hal ini ditunjukkan oleh indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi turun sebesar 1,6 persen menjadi 186 pada bulan Desember.
"Level ini juga lebih rendah dari level pada bulan Desember tahun lalu. Penurunan ini sangat menggembirakan karena harga-harga barang dan jasa biasanya justru cenderung naik menjelang akhir tahun karena musim paceklik dan adanya peningkatan permintaan terhadap bahan pangan, makanan jadi dan pakaian selama perayaan Natal dan Tahun Baru," jelas dia.
Sementara itu, menurut dia, kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya kembali menguat pada bulan Desember yang ditunjukkan oleh peningkatan IKK terhadap pemerintah sebesar 1,3 persen menjadi 84,0 setelah sempat menurun 2,1 persen pada November lalu.
Peningkatan IKK terhadap pemerintah tersebut didorong peningkatan komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks sebesar 7,7 persen menjadi 71,5 pada Desember 2012.
Danareksa Research Institute mencatat indeks kepercayaan konsumen (IKK) pada Desember 2012 mengalami penurunan hanya sebesar 0,1 persen menjadi 94,6.
Kendati turun tipis, angka kepercayaan konsumen tersebut masih berada pada level yang tinggi.
Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, indeks kepercayaan konsumen pada Desember 2012 hanya mengalami penurunan sebesar 0,1 persen dari 94,7 menjadi 94,6.
Angka tersebut menurut Purbaya masih berada pada level tinggi yang disebabkan meningkatnya penilaian masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini dan meningkatnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi nasional dalam enam bulan mendatang.
"Selain itu, menurut survei terakhir, kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pangan semakin berkurang. Pada bulan Desember, konsumen yang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kenaikan harga bahan pangan turun dari 67,2 persen pada bulan November menjadi 63,7 persen," ujar Purbaya dalam siaran pers yang dikutip Investor Daily, Kamis (3/1).
Purbaya menjelaskan, dari kedua komponen utama yang membentuk IKK pada bulan Desember, komponen yang menunjukkan keadaan saat ini yakni Indeks Situasi Sekarang (ISS) turun sebesar 1,2 persen menjadi 77,7. Penyebabnya, penilaian konsumen yang lebih buruk terhadap keadaan ekonomi nasional dan ekonomi lokal saat ini.
Sementara itu, komponen IKK lainnya yang menunjukkan keadaan masa depan, yakni Indeks Ekspektasi (IE), masih mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen menjadi 107,2 pada bulan Desember.
"Ini berarti optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang semakin meningkat," jelas dia.
Seiring meningkatnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang, menurut Purbaya, rencana konsumen membeli barang-barang tahan lama juga mengalami peningkatan pada bulan Desember.
Berdasarkan hasil survei terakhir, menurut dia, sekitar 36,1 persen konsumen yang disurvei berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang, naik dari 35,8 persen pada bulan November.
"Level pada bulan Desember ini merupakan level tertinggi dalam enam bulan terakhir," terang dia.
Pada survei bulan Desember, menurut Purbaya, konsumen juga merasa yakin bahwa tekanan inflasi akan sedikit menurun dalam enam bulan mendatang. Hal ini ditunjukkan oleh indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi turun sebesar 1,6 persen menjadi 186 pada bulan Desember.
"Level ini juga lebih rendah dari level pada bulan Desember tahun lalu. Penurunan ini sangat menggembirakan karena harga-harga barang dan jasa biasanya justru cenderung naik menjelang akhir tahun karena musim paceklik dan adanya peningkatan permintaan terhadap bahan pangan, makanan jadi dan pakaian selama perayaan Natal dan Tahun Baru," jelas dia.
Sementara itu, menurut dia, kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya kembali menguat pada bulan Desember yang ditunjukkan oleh peningkatan IKK terhadap pemerintah sebesar 1,3 persen menjadi 84,0 setelah sempat menurun 2,1 persen pada November lalu.
Peningkatan IKK terhadap pemerintah tersebut didorong peningkatan komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks sebesar 7,7 persen menjadi 71,5 pada Desember 2012.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




