Enam Emiten Multifinance Raup Laba Rp 2,99 Triliun
Selasa, 22 Maret 2022 | 13:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Enam emiten multifinance membukukan total laba bersih Rp 2,99 triliun sepanjang 2021, tumbuh rata-rata 53,53% secara tahunan (year on year/yoy). Sejumlah perusahaan pembiayaan tersebut mengambil pangsa laba bersih industri 19,58%.
Kontributor terbesar PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) yang membukukan laba bersih Rp 1,21 triliun atau tumbuh 18,2% (yoy) pada 2021. Sementara return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) perseroan masing-masing meningkat menjadi sebesar 4,7% dan 14,7% pada akhir 2021, dibandingkan sebesar 3,1% dan 13,3% pada tahun 2020.
Piutang pembiayaan yang dikelola emiten berkode ADMF ini menurun sebesar 8% (yoy) menjadi Rp 40,4 triliun pada 2021. Piutang sendiri belum menunjukkan kinerja optimalnya karena sebagian disebabkan rundown portofolio yang lebih tinggi.
Baca Juga: Tambah Modal Kerja, WOM Finance Berencana Terbitkan Obligasi Rp 800 Miliar
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, sudah terjadi perbaikan pada 2021, mulai dari sisi penjualan, kualitas aset, dan restrukturisasi pembiayaan. Namun kondisi belum kembali seperti pre-Covid-19 sehingga perusahaan perlu tetap waspada. Perseroan menargetkan pembiayaan baru bisa tumbuh 25% di tahun ini.
"Adira Finance masih fokus menjaga kualitas aset, berhati-hati menyalurkan pembiayaan, menjaga likuiditas, dan tetap melayani nasabah meski ada pembatasan sosial. Termasuk melanjutkan transformasi digital sebagai upaya merespon kebutuhan konsumen," demikian kata Made, belum lama ini.
Kedua, adalah PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance/BFIN) dengan laba bersih mencapai Rp 1,13 triliun atau tumbuh 61,3% (yoy) pada 2021. Menurut Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono, kinerja perseroan mulai pulih seiring dengan dengan peningkatan aktivitas bisnis perseroan.
"Perusahaan berhasil meningkatkan performa bisnisnya sepanjang tahun 2021. Salah satunya ditandai dengan profit yang meningkat lebih dari 60%. Selain itu, RoA dan RoE masing-masing berada di level 9,6% dan 16,2%. Rasio keuangan ini bergerak positif dan didukung dengan pencadangan yang hati-hati, meskipun kualitas aset terus membaik," ujar Sudjono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




