Harga Minyak Mentah Turun Ditopang Cadangan Minyak AS
Jumat, 25 Maret 2022 | 07:48 WIB
Texas, Beritasatu.com - Harga minyak mentah turun pada hari Kamis karena Amerika Serikat dan sekutunya membahas kemungkinan melepas persediaan minyak untuk membantu menenangkan pasar energi setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Pada hari Kamis, harga minyak mentah Brent turun $ 1,99, atau 1,6% menjadi $ 119,61 per barel. West Texas Intermediate (WTI) AS turun $2,10, atau 1,8%, menjadi $112,82 per barel. Jumat pagi di Asia, WTI turun 1,01% ke US$ 111,2 per dolar. Brent turun 0,8% ke US$ 118,1 per barel.
"Sehubungan dengan persediaan darurat, ini adalah diskusi yang sedang berlangsung," kata Menteri Energi AS Jennifer Granholm pada konferensi pers di markas besar Badan Energi Internasional di Paris.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan negara-negara IEA bersatu dalam upaya mengurangi impor minyak dan gas Rusia.
Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Harga Minyak Mentah Naik Lagi
Menambah sentimen bearish, pejabat Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah menyatakan kegelisahan mereka kepada UE tentang usulan larangan minyak Rusia, kata sumber OPEC.
Namun perdagangan sangat fluktuatif. Di awal sesi, WTI dan Brent naik sekitar $2 per barel di tengah kekhawatiran pasokan yang berkepanjangan termasuk laporan bahwa ekspor minyak mentah dari terminal Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) Kazakhstan dihentikan setelah kerusakan akibat badai.
Investor juga menunggu untuk melihat bagaimana sanksi Barat akan diperketat terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.
Penurunan harga Kamis dibatasi oleh penurunan minyak mentah AS di Strategic Petroleum Reserve (SPR), yang jatuh ke level terendah sejak Mei 2002.
Menambah kekhawatiran tentang pasokan yang tersedia, lambatnya kemajuan dalam pembicaraan tentang kesepakatan nuklir Iran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




