Panja Hulu Listrik Akan Panggil Dahlan Iskan
Senin, 7 Januari 2013 | 16:14 WIB
Panja ingin melakukan verifikasi terhadap Dahlan Iskan
Panja Hulu Listrik Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana memanggil lagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Panggilan itu bukan terkait kecelakaan yang dialami Dahlan bersama mobil listrik Tucuxi, namun terkait lanjutan investigasi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atas inefisiensi diPerusahaan Listrik Negara (PLN) senilai Rp37,6 triliun.
"Minggu depan akan kita panggil lagi. Kami bukan dalam rangka mengadili, kami hanya ingin memverifikasi," kata Ketua Panja Hulu Listrik, Effendi Simbolon, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/1).
Bagi DPR, kata Effendi, menyelesaikan investigasi atas temuan itu sangat penting karena menyangkut uang negara yang besar serta dugaan adanya 'mafia' tertentu yang mendapat keuntungan dari inefisiensi PLN.
Seperti diketahui, BPK menemukan inefisiensi PLN terjadi karena mesin-mesin PLN yang harusnya dihidupkan dengan menggunakan batubara atau gas harus disuplai dengan BBM seharga kurang lebih Rp9000-an per liter.
Pasalnya, terlepas dari Indonesia dikenal sebagai salah satu eksportir bahan tambang, suplai batubara dan gas untuk PLN itu terhambat.
Bagi Effendi, proses investigasi kerugian PLN itu aslinya lebih seru dari kasus dugaan korupsi proyek hambalang. Ketika ditanya apakah setuju bahwa ada pihak yang diuntungkan dari kebutuhan PLN akan BBM, dia mengiyakannya.
"Ini bagian dari rezim berkuasa. Kenapa terjadi pembiaran? Itu kalau mafia, atau preman, dia bisa hidup itu karena dibekingi penguasa. Itu sama saja. Tak mungkin ini terjadi kalau tak dibekingi orang-orang kita juga," kata Effendi.
Selain dugaan keterlibatan pihak luar, kata Effendi yang juga calon gubernur Sumatera Utara itu, pihaknya juga akan mengklarifikasi dugaan keterlibatan keluarga Dahlan menyebabkan kerugian PLN itu.
"Apa penyebab kerugian PLN, apakah ada keterlibatan keluarga dan istrinya," kata Effendi.
Panja Hulu Listrik Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana memanggil lagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Panggilan itu bukan terkait kecelakaan yang dialami Dahlan bersama mobil listrik Tucuxi, namun terkait lanjutan investigasi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atas inefisiensi diPerusahaan Listrik Negara (PLN) senilai Rp37,6 triliun.
"Minggu depan akan kita panggil lagi. Kami bukan dalam rangka mengadili, kami hanya ingin memverifikasi," kata Ketua Panja Hulu Listrik, Effendi Simbolon, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/1).
Bagi DPR, kata Effendi, menyelesaikan investigasi atas temuan itu sangat penting karena menyangkut uang negara yang besar serta dugaan adanya 'mafia' tertentu yang mendapat keuntungan dari inefisiensi PLN.
Seperti diketahui, BPK menemukan inefisiensi PLN terjadi karena mesin-mesin PLN yang harusnya dihidupkan dengan menggunakan batubara atau gas harus disuplai dengan BBM seharga kurang lebih Rp9000-an per liter.
Pasalnya, terlepas dari Indonesia dikenal sebagai salah satu eksportir bahan tambang, suplai batubara dan gas untuk PLN itu terhambat.
Bagi Effendi, proses investigasi kerugian PLN itu aslinya lebih seru dari kasus dugaan korupsi proyek hambalang. Ketika ditanya apakah setuju bahwa ada pihak yang diuntungkan dari kebutuhan PLN akan BBM, dia mengiyakannya.
"Ini bagian dari rezim berkuasa. Kenapa terjadi pembiaran? Itu kalau mafia, atau preman, dia bisa hidup itu karena dibekingi penguasa. Itu sama saja. Tak mungkin ini terjadi kalau tak dibekingi orang-orang kita juga," kata Effendi.
Selain dugaan keterlibatan pihak luar, kata Effendi yang juga calon gubernur Sumatera Utara itu, pihaknya juga akan mengklarifikasi dugaan keterlibatan keluarga Dahlan menyebabkan kerugian PLN itu.
"Apa penyebab kerugian PLN, apakah ada keterlibatan keluarga dan istrinya," kata Effendi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




