ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banyak Penawaran Mudik dari Travel Gelap, Kemenhub Ingatkan Risikonya

Senin, 28 Maret 2022 | 19:18 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Ilustrasi travel gelap.
Ilustrasi travel gelap. (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau masyarakat yang akan mudik dan berlibur selama periode libur Idulfitri 1443 Hijriah untuk menggunakan angkutan resmi.

Pasalnya, saat ini mulai banyak penawaran mudik Lebaran 2022 oleh penyelenggara melalui media daring, maupun travel gelap yang tidak dapat memberikan kepastian keselamatan bagi penumpang.

"Sebaiknya para penumpang memilih menggunakan bus yang resmi dan sudah terdaftar di Kemenhub," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub, Budi Setiyadi dalam keterangan resminya, Senin (28/3/2022).

Baca Juga: Jawa Tengah Diprediksi Jadi Tujuan Terbanyak Mudik Lebaran 2022

ADVERTISEMENT

Dirjen Budi menjelaskan, saat ini melalui data yang dihimpun oleh Ditjen Hubdat, tercatat ada sebanyak 57.693 unit bus AKAP dan pariwisata di seluruh Indonesia sesuai dengan kewenangan pemerintah pusat. Ditjen Hubdat menargetkan sebanyak 5.000 unit bus akan dilakukan rampcheck bus di terminal tipe A dan pool bus pariwisata.

"Secara kenyamanan sudah pasti berbeda antara bus yang resmi dan yang tidak terdaftar atau travel gelap," kata Dirjen Budi.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, tambah DirjenBudi, banyak penyelenggara yang tidak bertanggung jawab. Misalnya kondisi bus tidak prima dan cukup berbahaya jika dipakai perjalanan jauh.

Baca Juga: Literasi Mudik Lebaran Perlu Dibangun dari Sekarang

"Jika terjadi kecelakaan juga tidak tercover oleh asuransi Jasa Raharja. Seringkali bus tidak resmi juga harganya lebih mahal dari yang resmi, kendaraan tidak diuji Kir, serta kompetensi pengemudi tidak terjamin," kata Dirjen Budi.

Selama masa penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2022, Dirjen Budi juga menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Kepolisian untuk melakukan pengawasan terhadap operasi angkutan bus maupun travel gelap.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menhub: Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Arus Lebaran

Menhub: Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Arus Lebaran

NASIONAL
Survei: Kepuasan Mudik Lebaran 2026 Tembus 80,8 Persen

Survei: Kepuasan Mudik Lebaran 2026 Tembus 80,8 Persen

NASIONAL
Menhub Sebut Kecelakaan Lalu Lintas Lebaran Turun 6,31 Persen

Menhub Sebut Kecelakaan Lalu Lintas Lebaran Turun 6,31 Persen

NASIONAL
Arus Balik Gelombang Kedua, Penumpang Stasiun Gubeng Tembus 16.294

Arus Balik Gelombang Kedua, Penumpang Stasiun Gubeng Tembus 16.294

JAWA TIMUR
Komponen Mobil Listrik dan Hybrid Ini Harus Dicek setelah Mudik Jauh

Komponen Mobil Listrik dan Hybrid Ini Harus Dicek setelah Mudik Jauh

OTOTEKNO
Perputaran Uang Selama Mudik Lebaran 2026 Capai Rp 148 Triliun, Dorong Ekonomi Daerah

Perputaran Uang Selama Mudik Lebaran 2026 Capai Rp 148 Triliun, Dorong Ekonomi Daerah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon