Kadin Minta Penetapan Endemi Dilakukan Hati-Hati dan Bertahap
Kamis, 31 Maret 2022 | 15:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Kamdani menyambut baik rencana pemerintah yang akan mengubah status dari pandemi Covid-19 menjadi endemi. Bahkan Shinta berharap perubahan ini bisa terjadi secepatnya agar pemulihan kinerja ekonomi nasional bisa lebih ditingkatkan dan lebih maksimal. Namun, tentu saja ini perlu dilakukan secara hati-hati agar proses transisinya berjalan lancar dan status pandemi tidak kembali lagi.
Karenanya, Menurut Shinta perlu ada upaya percepatan proses distribusi vaksin dan pemerataan sebaran vaksinasi di seluruh Indonesia. Hal ini menurutnya jadi kunci utama untuk transisi sepenuhnya ke fase endemi dengan risiko pandemi yang rendah.
"Kami harap pemerintah terus menggencarkan vaksinasi, termasuk booster, serta memperhatikan pemerataan penyebaran tingkat vaksinasi di seluruh daerah. Karena selama ini vaksinasi lebih dikonsentrasikan di provinsi-provinsi tertentu, sehingga daerah-daerah di luar Jawa misalnya, tingkat vaksinasinya masih cukup rendah dibandingkan rata-rata nasional, sehingga bisa memunculkan risiko tinggi kembalinya pandemi," kata Shinta Kamdani kepada Beritasatu.com, Kamis (31/3/2022).
Baca Juga: Boy Thohir Optimistis Indonesia Segera Beralih ke Endemi
Shinta juga berharap pemerintah bisa menerapkan fase endemi secara bertahap. Provinsi/kota/kabupaten yang populasinya sudah mencapai herd immunity, misalnya dengan benchmark 90% populasinya sudah divaksinasi lengkap, sebaiknya segera diberikan status endemi agar perekonomian daerah tersebut bisa dipacu dengan maksimal dan segera mendukung peningkatan kinerja ekonomi daerah.
"Kami juga berharap di tahap-tahap transisi endemi, disiplin prokes seperti penggunaan masker, tracking dan tracing masih diberlakukan hingga seluruh Indonesia mencapai herd immunity secara sempurna. Ini kami rasa perlu untuk mencegah kembalinya pandemi di tengah-tengah proses transisi ke endemi," kata Shinta.
Seperti diketahui, pada awal 2022 ini, pemulihan ekonomi Indonesia terus menguat. Akselerasi pemulihan ekonomi di tahun 2022 utamanya didorong oleh pandemi yang lebih terkendali dan cakupan vaksinasi yang jauh lebih tinggi, sehingga mendorong confidence masyarakat dan pulihnya aktivitas ekonomi. Indikator sektor riil menunjukkan prospek yang baik di awal tahun 2022, di mana Indeks Keyakinan Konsumen di level optimis 113,10 pada Februari 2022. Sementara itu pertumbuhan impor bahan baku tercatat sebesar 29,98% (yoy) dan barang modal sebesar 20,98% (yoy) di Februari 2022, serta berlanjutnya Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur di level ekspansif 51,2 per Februari 2022.
Pemerintah sendiri telah menargetkan ekonomi Indonesia untuk tumbuh sebesar 5,2% (yoy) pada tahun 2022, sejalan dengan prediksi dari berbagai lembaga internasional. Sebelumnya di 2021, ekonomi Indonesia berhasil pulih dan tumbuh 3,69% di tengah gelombang kedua akibat varian Delta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




