Bursa Eropa Turun, Investor Cermati Inflasi dan Kebijakan Moneter
Selasa, 12 April 2022 | 05:14 WIB
London, Beritasatu.com— Bursa Eropa ditutup melemah pada Senin (11/4/2022) di tengah pertemuan bank sentral Eropa dan data inflasi Amerika Serikat (AS).
Pan-European Stoxx 600 ditutup turun 0,7%, dengan saham teknologi melemah 2% memimpin kerugian. Sebagian besar sektor dan bursa utama di wilayah negatif.
Baca Juga: Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Investor Nantikan Data Inflasi Tiongkok
Societe Generale yang memimpin kenaikan sektor perbankan, naik hampir 5% setelah setuju menjual sahamnya di Rosbank, anak anak perusahaan asuransi grup Rusia ke Interros Capital.
Di bagian bawah indeks blue-chip Eropa, Nokian Tires dari Finlandia turun 15% setelah mengumumkan bahwa sanksi baru Uni Eropa terhadap karet Rusia akan berdampak signifikan pada produksinya.
Investor global akan mengamati pengumuman indeks harga konsumen AS bulan Maret pada Selasa (12/4/2022) dan indeks harga produsen pada Rabu (13/4/2022) untuk menilai upaya Federal Reserve (The Fed) mengendalikan inflasi.
Musim pendapatan juga dimulai di Amerika Serikat minggu ini, di mana raksasa perbankan JPMorgan, Goldman Sachs, Wells Fargo, Citi dan Morgan Stanley akan merilis kinerjanya.
Baca Juga: Pekan Ini, Bursa AS Berguguran Setelah Komentar The Fed
Kembali ke Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan penantang sayap kanan Marine Le Pen maju pada pemungutan suara pemilihan presiden Prancis. keduanya akan memasuki putaran kedua secara ketat pada 24 April.
Kemenangan Le Pen akan menjadi kejutan bagi Prancis dan Eropa secara keseluruhan. Le Pen kemungkinan memberi kekhawatiran pasar lebih lanjut.
Investor juga mencermati perkembangan di Ukraina. Invasi Rusia ke negara itu telah menyebabkan volatilitas pasar minyak dan komoditas lainnya, yang pada gilirannya mengganggu stok.
Adapun pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa akan bertemu di Frankfurt, Jerman pada Kamis (14/4/2022) untuk membahas langkah kebijakan moneter berikutnya. Bank sentral dihadapkan dengan tugas berat untuk menimbang lonjakan harga konsumen dengan tekanan ekonomi akibat perang di Ukraina.
Di sisi data, ekonomi Inggris melambat lebih tajam dari yang diperkirakan pada Februari. Data resmi Senin menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) bulanan mencapai 0,1%, di bawah perkiraan konsensus 0,3% dari para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




