Moeldoko Minta CEO Bisa Prediksi Perubahan Masa Depan
Rabu, 20 April 2022 | 21:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta para CEO muda untuk bersiap dan sigap memikirkan tantangan di masa depan. Para pemimpin muda, menurut Moeldoko, harus mampu memahami dinamika sosial politik dan ekonomi global, serta memiliki kemampuan memprediksi perubahan masa mendatang.
"Sebagai CEO yang andal, kita tidak hanya dituntut untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi saat ini, tetapi juga dituntut untuk dapat memprediksi perubahan-perubahan yang terjadi di masa mendatang," katanya dalam acara Indonesia Best 50 CEO Awards 2022 Employees’ Choice, Rabu (20/4/2022).
Moeldoko juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai seorang founder maupun CEO. Moeldoko mendirikan M-Tani selepas pension sebagai panglima TNI. Kala itu, Moeldoko melihat peluang digitalisasi di sektor pertanian. Alhasil, Moeldoko bekerja sama dengan lembaga-lembaga riset, M-Tani mampu menciptakan bibit padi baru bernama M-70 yang bisa dipanen hanya dalam 70 hari.
Baca Juga: Moeldoko Center Rutin Lakukan Vaksinasi Sampai ke Daerah
Moeldoko juga mendirikan Mobil Anak Bangsa (MAB) dengan harapan transportasi di Indonesia bisa menjadi lebih ramah lingkungan untuk menjaga keberlangsungan alam untuk anak cucu bangsa. Moeldoko mengatakan dalam menghadapi berbagai perubahan yang demikian cepat, seorang CEO harus memiliki kelincahan (agility), kreativitas (creativity), dan daya tahan (endurance).
Para pebisnis muda yang dipenuhi dengan gagasan-gagasan besar, menurut Moeldoko, juga perlu meninggalkan cara-cara lama dan mencari strategi implementasi baru. "Sebagai CEO harus tidak mudah menyerah, jangan lemah. Harus mampu bertindak sebagai sumber inspirasi untuk menumbuhkan kreativitas bagi institusi yang dipimpin," ujar Moeldoko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




