ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dilarang, Ini Efek Dominonya

Sabtu, 23 April 2022 | 14:10 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Ilustrasi minyak goreng curah.
Ilustrasi minyak goreng curah. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menuturkan, kebijakan larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak goreng atau crude palm oil (CPO) di satu sisi memperlihatkan dukungan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng di dalam negeri. Namun di sisi lain, pelarangan ekspor ini juga memberi dampak negatif yang besar.

"Apakah kebijakan larangan ekspo minyak goreng ini menyelesaikan masalah? Saya rasa belum tentu. Produsen atau distributor belum tentu akan menggelontorkan barangnya ke pasar domestik. Mereka tentu saja menginginkan harga yang lebih tinggi, sehingga bisa saja mereka akan menahan stok-nya untuk dikeluarkan ke pasaran, hanya sedikit-sedikit saja yang dikeluarkan" kata Nailul Huda kepada Beritasatu.com, Sabtu (23/4/2022).

Baca Juga: Jokowi Jelaskan Alasan Larang Ekspor Minyak Goreng

Pelarangan ekspor minyak goreng ini juga bisa membuat neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit. Pasalnya, CPO merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia di pasar ekspor. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) mencatat, nilai ekspor minyak sawit pada Januari 2022 mencapai US$ 2,81 miliar, sementara di Februari 202 mencapai US$ 2,79 miliar.

ADVERTISEMENT

"Dari sisi ekspor, kita bisa rugi cukup besar. CPO ini kan jadi komoditas unggulan ekspor kita, jadi bisa berbahaya ke neraca perdagangan kita kalau ekspor dilarang," kata Huda.

Baca Juga: Gapki Minta Larangan Ekspor Minyak Goreng dan CPO Dievaluasi jika...

Sebagai salah satu eksportir utama CPO di dunia, Huda menyebut kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng ini juga bisa membuat harga di pasar dunia semakin tinggi akibat berkurangnya pasokan dari Indonesia. Kondisi ini akan menguntungkan negara pesaing Indonesia, dan juga berpotensi menimbulkan perdagangan ilegal.

"Ketika harga di luar tinggi, sementara produsen di dalam negeri punya barangnya, saya rasa perdagangan ilegalnya malah bisa meningkat. Ini juga harus diantisipasi," kata Huda.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menyulap 6 Juta Liter Minyak Jelantah Program MBG Jadi Energi Hijau

Menyulap 6 Juta Liter Minyak Jelantah Program MBG Jadi Energi Hijau

EKONOMI
HET Minyakita Bakal Disesuaikan, Mendag: Sudah sejak 2024 Tak Naik

HET Minyakita Bakal Disesuaikan, Mendag: Sudah sejak 2024 Tak Naik

EKONOMI
Bulog Pastikan Distribusi Minyakita Tak Terhambat

Bulog Pastikan Distribusi Minyakita Tak Terhambat

EKONOMI
Harga Minyak Goreng Naik Dipicu Lonjakan Kemasan Plastik Global

Harga Minyak Goreng Naik Dipicu Lonjakan Kemasan Plastik Global

EKONOMI
Mendag Masih Pertimbangkan Rencana Naikkan HET Minyakita

Mendag Masih Pertimbangkan Rencana Naikkan HET Minyakita

EKONOMI
Harga Minyak Goreng di Pasar Palmerah Tembus Rp 24.000 per Liter

Harga Minyak Goreng di Pasar Palmerah Tembus Rp 24.000 per Liter

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon