ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelabuhan Panjang Jadi Alternatif Angkutan Logistik

Selasa, 10 Mei 2022 | 17:47 WIB
T
FH
Penulis: Triyono | Editor: FER
Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, meninjau operasi pasar minyak goreng dan gula pasir, yang digelar PTPN Group, di Bandar Lampung, Selasa, 10 Mei 2022.
Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, meninjau operasi pasar minyak goreng dan gula pasir, yang digelar PTPN Group, di Bandar Lampung, Selasa, 10 Mei 2022. (Beritasatu Photo/Roy Triono)

Bandar Lampung, Beritasatu.com - Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, Kementerian BUMN bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tengah mematangkan rencana pengalihan jalur penyeberangan kendaraan besar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan ke Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Ide pengalihan ini, muncul dari evaluasi pelaksanaan arus mudik maupun arus balik Lebaran 2022.

Baca Juga: Urai Kemacetan, 6 Kapal Disiagakan di Pelabuhan Panjang

Menurut Erick Thohir, jalur penyeberangan bersama antara kendaraan besar penyalur kebutuhan pokok dan kendaraan pribadi selama arus balik Lebaran 2022 telah menarik perhatian pemerintah untuk memisahkan keduanya agar lebih lancar dan teratur.

"Rencana ini dilihat dari data saat mudik. Banyak kendaraan bercampur antara kendaraan pribadi dengan logistik atau pengangkutan barang. Kondisi ini menjadi perhatian bersama," kata Erick Thohir saat meninjau operasi pasar murah di PTPN VII, Bandar Lampung, Selasa (10/5/2022).

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Erick Thohir: Operasi Pasar Upaya Stabilkan Harga Pangan

Erick menambahkan, geliat ekonomi Lampung terus bertumbuh berkat pembangunan infrastruktur oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Erick menilai Lampung memiliki potensi besar menjadi sentra produksi bahan pangan untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.

Pemerintah, ucap Erick, terus mengkaji pemisahan angkutan logistik dan penumpang di Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Panjang. Erick mengatakan, tingkat angkutan logistik saat arus mudik lalu melonjak hingga 116% dan kendaraan roda empat naik hingga 27%.

Baca Juga: Karlo Catat 50.000 Transaksi Logistik Lewat Aplikasi

"Kenaikan 116% bukan main-main, artinya Lampung benar-benar menjadi pusat pangan untuk kebutuhan masyarakat di Jawa. Ini yang kita jaga supaya transportasi untuk masyarakat tidak tercampur dengan transportasi truk-truk besar, yang mengakibatkan beban kapal jadi berat dan tidak bagus untuk keselamatan masyarakat," ungkap Erick Thohir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon